Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Anies Baswedan Ingin Indonesia Tetap Jadi Negara Hukum Bukan Negara Kekuasaan

Anies Baswedan menyebut agar Indonesia masih menjadi negara hukum dan tidak menjadi negara kekuasaan.
Calon presiden Anies Baswedan menyampaikan gagasannya saat acara Rembuk Ide Transisi Energi Berkeadilan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (23/11/2023). Acara yang dihelat dalam rangka memperingati HUT ke-24 The Habibie Center tersebut untuk mendalami gagasan ketiga calon presiden 2024 dan diskusi terkait transisi energi berkeadilan di Indonesia. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom.
Calon presiden Anies Baswedan menyampaikan gagasannya saat acara Rembuk Ide Transisi Energi Berkeadilan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (23/11/2023). Acara yang dihelat dalam rangka memperingati HUT ke-24 The Habibie Center tersebut untuk mendalami gagasan ketiga calon presiden 2024 dan diskusi terkait transisi energi berkeadilan di Indonesia. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom.

Bisnis.com, JAKARTA - Calon presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan menyebut agar Indonesia masih menjadi negara hukum dan tidak menjadi negara kekuasaan.

Hal tersebut disampaikan Anies saat menjabarkan pilar pembangunan lestari. Dari pilar pembangunan lestari tersebut, poin pertama yang Anies soroti adalah pengarusutamaan ekologi berkeadilan dalam pembangunan.

“Jadi mainstreaming, agar ketika kita bicara pembangunan otomatis di dalamnya bicara ekologi berkeadilan,” kata Anies dalam acara Konferensi Orang Muda Pulihkan Indonesia di Jakarta, Sabtu (25/11/2023).

Poin kedua yang dibawa Anies adalah penegakan hukum tanpa pandang bulu bagi perusak lingkungan. Dalam poin ini, Anies menjabarkan bahwa sebuah negara akan sulit berkembang jika sistem hukumnya tidak berjalan dengan baik.

Eks Gubernur Jakarta ini ingin Indonesia tidak bergeser dari negara hukum menjadi negara kekuasaan.

“Bedanya apa? Dalam negara hukum kekuasaan diatur oleh hukum. Dalam kekuasaan, hukum diatur oleh kekuasaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anies menyebut bahwa apa yang dirinya sampaikan berakar dari situasi yang terjadi saat ini, di mana terdapat beberapa situasi yang mendorong Indonesia menjadi negara kekuasaan.

Dia menganggap perlu ada langkah konkret dari penegak hukum untuk tidak pandang bulu dalam menegakan hukum. 

“Dan harus ada keberanian dari tingkat puncak untuk menegakkan aturan hukum kepada siapa saja, tanpa pandang bulu dan bukan tebang pilih,” ucapnya.

Terakhir, Anies ingin mendorong Pemerintah yang bersifat kolaboratif.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lukman Nur Hakim
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper