Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ukraina Dapat Senjata 'Mematikan dan Berbahaya' dari AS, Potensi Langgar HAM?

Amerika Serikat (AS) segera kirim senjata terlarang yang mengancam hak sipil, untuk membantu Ukraina melawan Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky/ Bloomberg.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky/ Bloomberg.

Bisnis.com, SOLO - Ukraina akan segera mendapat kiriman bantuan dari Amerika Serikat (AS) terkait pasokan senjata.

Diketahui sebelumnya, serangan Ukraina belum berhasil membalas Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Dari sini, AS berencana akan segera mengirimkan senjata rahasia.

Senjata tersebut ternyata dinilai berbahaya dan mematikan, hingga berujung fatal terhadap hak-hak sipil.

Administrasi Presiden Joe Biden mengkonfirmasi langkah pengiriman 'senjata terlarang' tersebut, dengan alasan bahwa bom curah buatan AS lebih aman daripada yang sudah digunakan Rusia dalam peperangan dengan Ukraina selama ini.

Suplai munisi tandan itu dilakukan saat Ukraina melancarkan serangan balasan terhadap pasukan Rusia di bagian timur negara tersebut.

"Kami menyadari bahwa munisi tandan menimbulkan risiko bahaya sipil dari persenjataan yang tidak meledak," kata Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan dikutip dari Aljazeera, Sabtu (8/7/2023).

Namun pihaknya membela diri bahwa selama ini, negaranya sudah menahan diri. Sayangnya pengiriman senjata ini akan tetap dilakukan.

Adapun senjata yang diklaim berbahaya ini yakni munisi tandan yang merupakan bom terbuka di udara dan melepaskan "bom" yang lebih kecil di area yang luas.

Bom tersebut dirancang untuk menghancurkan tank dan peralatan, serta pasukan, mengenai banyak sasaran pada saat yang bersamaan.

Jenis munisi tandan yang direncanakan AS untuk dikirim didasarkan pada cangkang 155 mm yang sama, yang sudah banyak digunakan di seluruh medan perang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper