Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Total Bantuan Militer AS untuk Ukraina Rp544 T, Terbaru Paket Bantuan Militer Rp4,4 T

AS mengumumkan paket bantuan militer sebesar US$300 juta atau Rp4,4 triliun untuk Ukraina. Total bantuan mencapai Rp554 triliun.
Seorang prajurit Ukraina duduk di atas tank di tengah invasi Rusia ke Ukraina, dekat kota timur Bakhmut yang dibom, di wilayah Donetsk timur, Ukraina, 2 April 2023. REUTERS/Violeta Santos Moura
Seorang prajurit Ukraina duduk di atas tank di tengah invasi Rusia ke Ukraina, dekat kota timur Bakhmut yang dibom, di wilayah Donetsk timur, Ukraina, 2 April 2023. REUTERS/Violeta Santos Moura

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan paket bantuan militer lain untuk Ukraina senilai US$300 juta atau Rp4,4 triliun, pada Jumat (26/5/2023). Sejauh ini total bantuan AS Rp554 triliun.

Paket bantuan itu diharapkan akan mencakup Guided Multiple Launch Rockets (GMLRS) untuk peluncur HIMARS dan amunisi untuk jenis senjata lainnya. 

Adapun paket bantuan amunisi tersebut akan diambil Pemerintah AS ambil dari ketersediaan amunisi Pentagon seperti dilansir dari TASS, pada Jumat (26/5/2023). 

Terkait dengan informasi tersebut, sumber anonim lainnya mengatakan bahwa pengumuman paket bantuan itu dapat dilakukan pada pekan depan.

Sejauh ini, AS telah memberikan bantuan sekitar US$37 miliar atau Rp554 triliun bantuan militer ke Ukraina sejak awal operasi militer khusus Rusia di negara tersebut. 

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan pejabat Rusia lainnya telah berulang kali mencatat bahaya pengiriman senjata yang menyebar ke wilayah lain. 

Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov memperingatkan bahwa militerisasi Barat di Ukraina secara langsung mengancam keamanan Eropa dan global.

Baru-baru ini, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan mengutuk kesepakatan antara Moskow dan Minsk untuk menyimpan senjata nuklir taktis Rusia di sebuah fasilitas di Belarusia. 

"Tetapi dalam menanggapi laporan ini, saya baru saja menambahkan bahwa kami tidak melihat alasan untuk menyesuaikan postur nuklir strategis kami atau indikasi apa pun bahwa Rusia sedang bersiap untuk menggunakan senjata nuklir," katanya. 

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu dan timpalannya dari Belarusia Viktor Khrenin menandatangani dokumen di Minsk pada Kamis (25/5/2023). Dokumen itu menjelaskan prosedur untuk menyimpan senjata nuklir Rusia di fasilitas penyimpanan khusus di tanah Belarusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper