Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KPK Temukan Uang dan Puluhan Tas Mewah di Rumah Rafael, Ada Merek Hermes

Uang dan tas mewah hasil penggeledahan Rafael Alun segera disita dan dianalisis untuk menjadi barang bukti dugaan kasus gratifikasi yang menjeratnya.
Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu Rafael Alun selesai memberikan klarifikasi mengenai harta kekayaannya kepada KPK di Gedung Merah Putih, Rabu (1/3/2023). JIBI/Bisnis-Dany Saputra.
Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu Rafael Alun selesai memberikan klarifikasi mengenai harta kekayaannya kepada KPK di Gedung Merah Putih, Rabu (1/3/2023). JIBI/Bisnis-Dany Saputra.

Bisnis.com, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang dan berbagai tas mewah bermerek luar negeri di rumah tersangka gratifikasi pemeriksaan perpajakan Rafael Alun Trisambodo

Untuk diketahui, penggeledahan itu dilakukan pada awal pekan ini, Senin (27/3/2023), di rumah Rafael yang berlokasi di Simprug Golf, Jakarta Selatan. 

"Saat itu, benar Tim Penyidik menemukan uang dan puluhan berbagai tas mewah merek luar negeri," terang Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, Jumat (31/3/2023). 

Saat ditanya lebih lanjut mengenai jumlah uang yang ditemukan, KPK belum mau mengonfirmasi. Namun, merek tas mewah yang ditemukan di salah satu rumah mantan pejabat pajak itu di antaranya bermerek Hermes. 

"Jumlah [uang] masih akan dikonfirmasi lebih lanjut. [Merek tas] Hermes dan lain-lain," lanjut Ali. 

Uang dan tas mewah hasil penggeledahan itu segera disita dan dianalisis untuk menjadi barang bukti dugaan kasus gratifikasi yang menjerat Rafael. 

Adapun sebelumnya terdapat aset dalam bentuk uang dan rekening yang sudah disita maupun dibekukan oleh KPK maupun pihak lain. KPK sebelumnya telah menyita uang yang ditemukan di dalam safe deposit box (SDB) milik Rafael. Uang tersebut berkisar hingga Rp40 miliar. 

Uang itu disita untuk nantinya dijadikan bahan penelusuran dari perkara gratifikasi Rafael. Namun demikian, kini KPK belum mau membeberkan nilai pasti gratifikasi yang diterima mantan pejabat pajak itu. 

"Total [nilai gratifikasi] seperti yang disampaikan itu kita masukkan, kita sita dalam perkaranya yang gratifikasi, seperti yang ada di SDB dan lain-lainnya," terang Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur.

Selain itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah membekukan sebanyak 40 rekening milik Rafael, keluarga dan pihak terkait. Nilai mutasi rekening itu senilai Rp500 miliar dari periode 2019-2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dany Saputra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper