Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

9 Poin Kunci Pidato Putin Peringati Setahun Perang Rusia Vs Ukraina

Vladimir Putin menyampaikan pidato kenegaraan di Majelis Federal terkait setahun invasi ke Ukraina. Dia banyak menyinggung peran Barat.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federal di Moskow, Rusia 21 Februari 2023. Sputnik/Ramil Sitdikov/Kremlin via REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federal di Moskow, Rusia 21 Februari 2023. Sputnik/Ramil Sitdikov/Kremlin via REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato kenegaraan di Majelis Federal terkait setahun perang Rusia vs Ukraina pada Selasa (21/2/2023). Dia banyak menyinggung peran Barat yang terlibat di Ukraina.

Beberapa poin dari isi pidato yang disampaikan Putin kepada anggota majelis parlemen, komandan militer dan tentara telah menjadi sorotan.

Berikut poin-poin pidato Putin pada peringatan setahun perang Rusia vs Ukraina:

1. Perjanjian nuklir dengan AS

Pada pidato itu, Rusia menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian nuklir dengan Amerika Serikat (AS) New START. “Saya terpaksa mengumumkan hari ini bahwa Rusia menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian senjata ofensif strategis," kata Putin, seperti dilansir dari Aljazeera, Rabu (22/2/2023).

Perjanjian New START ditandatangani di Praha pada 2010, dan mulai berlaku pada tahun berikutnya, serta diperpanjang pada 2021 selama 5 tahun lagi setelah Presiden AS Joe Biden menjabat.

Perjanjian itu membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dapat dikerahkan AS dan Rusia, serta penyebaran rudal dan pembom berbasis darat dan kapal selam.

2. Singgung peran Barat

Selain itu, Putin menyampaikan dalam pidatonya bahwa saat ini adalah momen yang sangat menentukan bagi negaranya.

“Saya membuat pidato ini pada saat yang kita semua tahu adalah saat yang sulit dan menentukan bagi negara kita, saat perubahan kardinal yang tidak dapat diubah di seluruh dunia, peristiwa bersejarah terpenting yang akan membentuk masa depan negara kita dan rakyat kita, ketika kita masing-masing memikul tanggung jawab yang sangat besar," lanjutnya.

Putin mengutarakan, bahwa negara-negara Barat sedang mencoba untuk mengalihkan perhatian.“Mereka hanya mencoba menggunakan prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan ini untuk mempertahankan nilai-nilai totaliter mereka dan mencoba mengalihkan perhatian orang dari skandal korupsi dari masalah ekonomi-sosial," tambah Putin.

4. Elite Barat tanggung jawab

Kemudian, Putin juga mengatakan bahwa kini tanggung jawab ada pada elite Barat dan Ukraina, yang melayani kepentingan negara menggunakan Kyiv sebagai pangkalan militer.

“Tanggung jawab ada di Barat dan elite Ukraina serta pemerintah, yang tidak melayani kepentingan nasional, tetapi (melayani kepentingan) negara ketiga yang menggunakan Ukraina sebagai pangkalan militer untuk melawan Rusia," katanya.

Putin menekankan bahwa semakin banyak negara yang mengirim senjata ke Ukraina maka semakin besar tanggung jawab keamanan di perbatasan.

“Semakin banyak mereka mengirim senjata ke Ukraina, semakin besar tanggung jawab kami atas situasi keamanan di perbatasan Rusia. Ini adalah respons alami," lanjutnya.

5. Tidak melawan rakyat Ukraina

Sementara itu, Putin dalam pidatonya juga menekankan bahwa negaranya tidak berupaya untuk melawan rakyat Ukraina.

“Kami tidak berkelahi dengan orang Ukraina. Mereka menjadi sandera rezim Kyiv yang menduduki Ukraina baik secara ekonomi maupun politik. Selama bertahun-tahun, mereka melakukan segalanya untuk membawa degradasi ini. Mereka menggunakan orang-orang mereka, itu menyedihkan tapi benar," tambahnya.

6. Warga Donbas

Menurut Putin, Donbas sejak tahun 2014 sudah berjuang mempertahankan hak hidup di tanah mereka.

“Selangkah demi selangkah, hati-hati dan konsisten, kami akan menyelesaikan tugas yang kami hadapi. Sejak 2014, (orang-orang) Donbas telah berjuang, mempertahankan hak mereka untuk hidup di tanah mereka sendiri, untuk berbicara dalam bahasa asli mereka," lanjutnya.

Warga Donbas telah berjuang dan tidak menyerah dalam kondisi blokade dan penembakan terus-menerus, kebencian yang tak terselubung dari pihak rezim Kyiv, telah percaya dan berharap Rusia akan datang untuk menyelamatkan.

“Sementara itu, kami melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara damai. Kami dengan sabar mencoba menegosiasikan jalan keluar damai dari konflik yang paling sulit ini, tetapi skenario yang sama sekali berbeda sedang disiapkan di belakang kami," tambah Putin.

7. Program ekonomi

Lalu, Putin juga menyampaikan bahwa telah menghidupkan kembali perusahaan dan pekerjaan di tanah Ukraina yang diduduki.

“Kami telah memulai dan akan terus membangun program skala besar untuk pemulihan sosial ekonomi dan pengembangan mata pelajaran baru federasi ini (wilayah yang dianeksasi dari Ukraina). Kami berbicara tentang menghidupkan kembali perusahaan dan pekerjaan di pelabuhan Laut Azov, yang telah kembali menjadi laut pedalaman Rusia, dan membangun jalan modern baru, seperti yang kami lakukan di Krimea," katanya.

8. Empati bagi korban perang

Selanjutnya, Putin dalam pidatonya juga turut berempati terhadap keluarga tentara yang terbunuh di medan perang.

Putin mengatakan dia memahami betapa sulitnya bagi kerabat tentara Rusia yang tewas dalam pertempuran di Ukraina, dan menjanjikan dukungan dengan dana khusus.

"Kita semua mengerti, aku mengerti betapa sulitnya sekarang bagi para istri, putra, putri tentara yang gugur, orang tua mereka, yang membesarkan pembela Tanah Air yang layak," lanjutnya.

9. Pelecehan anak dan pedofilia

Putin juga menyinggung pelecehan anak hingga pedofilia, yang menurutnya, diiklankan sebagai sebuah norma di negara Barat.

“Lihatlah apa yang mereka lakukan terhadap orang-orang mereka sendiri, penghancuran keluarga, identitas budaya dan nasional dan penyimpangan yang merupakan pelecehan anak hingga pedofilia, diiklankan sebagai norma dan para pendeta dipaksa untuk memberkati pernikahan sesama jenis,” tambahnya.

Tuding Barat memutarbalikkan fakta
Lebih lanjut, Putin menyinggung negara-negara Barat yang mendukung Ukraina, dan menurutnya telah memutar balikan fakta dan sejarah.

“Mereka memutarbalikkan fakta sejarah dan terus-menerus menyerang budaya kami, Gereja Ortodoks Rusia, dan agama tradisional lain di negara kami,” tukas Putin.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper