Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Lloyd Austin: Ukraina Butuh Senjata Canggih untuk Kalahkan Rusia

Lloyd Austin menegaskan bahwa Ukraina kian membutuhkan senjata canggih untuk mengantisipasi serangan Rusia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 21 Januari 2023  |  17:16 WIB
Lloyd Austin: Ukraina Butuh Senjata Canggih untuk Kalahkan Rusia
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin/Bloomberg/ Amanda Andrade-Rhoades - The Washington Post
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin menegaskan bahwa Ukraina kian membutuhkan senjata canggih untuk mengantisipasi apabila ada serangan baru atas invasi Rusia.

Apalagi, AS dan negara sekutunya yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (The North Atlantic Treaty Organization/NATO) gagal menyepakati pasokan tank tempur Leopard 2 buatan Jerman yang selama ini diinginkan Ukraina untuk berperang melawan Rusia.

“Kami memiliki peluang di sini antara sekarang dan musim semi, kapan pun mereka memulai operasi mereka,” kata Austin setelah pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina,” dikutip melalui laman Bloomberg, Sabtu (21/1/2023).

Dia mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan yang dibuat tentang penyediaan tank tempur Leopard dari Jerman ke Ukraina pada pertemuan terakhir pada Jumat (21/1/2023) di Pangkalan Udara Ramstein.

Sementara itu, Otoritas Rusia pada Jumat (21/1/2023) mengerahkan instalasi pertahanan udara di dalam dan sekitar Moskow, termasuk di dekat kediaman Presiden Vladimir Putin setelah beberapa serangan drone baru-baru ini menghantam jantung negara tersebut.

Untuk diketahui, pasukan Ukraina telah memukul mundur serangan Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk timur dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, pasukan Rusia juga terus menembaki wilayah yang dikuasai Ukraina dengan mortir dan artileri di wilayah Zaporizhzhia dan Kherson di selatan yang menyebabkan timbulnya korban sipil.  Bahkan, Rusia sempat menembakkan tujuh rudal dan melakukan 15 serangan udara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina jerman menhan as nato
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top