Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

30 Provinsi dan 415 Kabupaten Kota Berisiko Tinggi Terjadi KLB Polio

30 provinsi dan 415 kabupaten/kota di Indonesia masuk kriteria berisiko tinggi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) polio.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 November 2022  |  18:49 WIB
30 Provinsi dan 415 Kabupaten Kota Berisiko Tinggi Terjadi KLB Polio
Ilustrasi-Vaksin - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menyebut, ada 30 provinsi dan 415 kabupaten/kota di Indonesia masuk kriteria berisiko tinggi (high risk) terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) polio.

Pemicunya adalah rendahnya vaksinasi oral polio vaccine/OPV dan inactive polio vaccine/IPV di tiap daerah.

Pada tahun 2020, cakupan vaksinasi OPV mencapai 86,8 persen, kemudian menurun pada tahun 2021 menjadi 80,2 persen.

"Ini kalau lihat 30 provinsi dan 415 kabupaten atau kota semua masuk kriteria tinggi, high risk untuk cakupan vaksinasi polio yang rendah semua. Jadi Indonesia high risk untuk terjadinya KLB polio," kata Maxi dalam konferensi pers secara daring pada, Sabtu (19/11/2022).

Virus Polio mampu mengakibatkan kelumpuhan permanen karena menyerang sistem saraf sehingga kekuatan otot berkurang.

Seperti anak berusia 7 tahun yang terinfeksi Virus Polio di Pidie Aceh. Korban awalnya mengalami demam dan flu pada 6 Oktober 2022. Tiga hari kemudian, mulai merasa gejala awal penyakit atau yang disebut onset.

"Kemudian, dia mulai terasa onset tanggal 9 (Oktober) dan masuk ke RSUD TCD Sigli (tanggal 18)," jelas Maxi.

Anak tersebut terindikasi terkena Virus Polio setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

"Kemudian tanggal 21 (Oktober) sampai 22 (Oktober), dokter anak mencurigai polio, mengambil spesimen dan dikirim ke provinsi (tanggal 25 Oktober) kemudian dikirim ke Jakarta (tanggal 27 Oktober)," ujarnya.

Akibat terjangkit Virus Polio, korban mengalami pengecilan otot kaki kiri.

Maxi menegaskan, bahwa anak itu terinfeksi virus karena tidak melakukan imunisasi polio ketika masih bayi.

"Anak itu mengecil di bagian otot paha dan betis dan memang tidak ada riwayat imunisasi, tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar nggak ada," tuturnya.

Dia mengungkapkan, bahwa kondisi anak yang terinfeksi Virus Polio sudah mulai membaik. Hingga saat ini penyakit polio belum memiliki obat yang ampuh untuk memberikan kesembuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Polio vaksin polio kemenkes

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top