Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rangkuman Perang Rusia Vs Ukraina dalam Sepekan Terakhir

Perang Rusia dengan Ukraina dimulai sejak invasi Rusia pada (24/2/2022) dengan peluncuran rudal ke Ukraina dan telah memakan korban jiwa dan luka-luka.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 18 November 2022  |  11:45 WIB
Rangkuman Perang Rusia Vs Ukraina dalam Sepekan Terakhir
Tentara Rusia dalam agresi militer di Ukraina. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perang Rusia dengan Ukraina dimulai sejak invasi Rusia pada (24/2/2022) dengan peluncuran rudal ke Ukraina dan telah memakan korban jiwa dan luka-luka, bahkan warga sipil mengungsi dari rudal-rudal yang ditembakkan antar kedua negara tersebut.

Berikut ini rentetan serangan dan tragedi dalam perang Rusia dengan Ukraina dalam sepekan terakhir.

Minggu (13/11/2022)

Pasukan Rusia menyatakan mundur dari Kherson, pada Sabtu (12/11/2022). Warga Kherson yang mendengar pada Minggu (13/11/2022), menyambut kabar itu dengan suka cita.

Pada sebuah video yang diterbitkan parlemen Ukraina, lagu kebangsaan Ukraina dikumandangkan di alun-alun pusat Kherson, usai Rusia mundur dari Kherson. Tampak dari sebuah video, sekelompok orang menyanyikannya dan berkerumun di sekitar api unggul, dilansir dari CNA.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengunggah rekaman itu di Telegram, melihat pasukan Ukraina tampak berkumpul dengan penduduk di wilayah Kherson.

Senin (14/11/2022)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa perebutan wilayah Kherson itu dari Rusia menjadi awal dari akhir perang. Dia memuji pelarian kota Kherson dari Rusia tersebut dalam kunjungan mendadaknya ke kota itu.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg tetap menyimpulkan bahwa Ukraina akan menghadapi bulan-bulan yang sulit di masa depan.

Zelenskyy dengan tegas mengatakan bahwa Ukraina telah siap untuk perdamaian dengan seluruh wilayah negaranya, dilansir dari CNA.

Selasa (15/11/2022)

Rusia kembali menghujani kota-kota di Ukraina dengan rudal, setelah sebelumnya menyatakan menarik mundur pasukannya dari Kherson.

Rentetan rudal yang menghantam Ukraina pada hari itu kemungkinan merupakan jumlah serangan terbesar yang dilakukan Rusia dalam satu hari sejak dimulainya invasi. Pada hari yang sama, rudal menyasar Polandia, di dekat perbatasan Ukraina, dan 2 orang dinyatakan tewas, pada Selasa (15/11/2022) malam, dilansir dari The Guardian.

Zelensky mengatakan telah mengadakan pertemuan dengan Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) William Burns pada Selasa untuk membahas perang.

Rabu (16/11/2022)

Rudal Rusia menyerang wilayah tenggara Zapor Izhzhia. Pejabat setempat menyatakan 2 orang tewas. Selain itu, 3 orang terluka dalam serangan di kota Kharkiv di laut timur.

Mengenai terkait serangan rudal di Polandia, Presiden AS Joe Biden telah menyatakan bahwa rudal yang dikirim ke Polandia bukan berasal dari Rusia, tetapi kemungkinan dari pasukan Ukraina.

Para pemimpin dunia pada pertemuan KTT G20 di Bali, Indonesia bersama dengan NATO mengadakan pembicaraan untuk membahas serangan rudal di Polandia, dilansir dari CNA.

Polandia kini meningkatkan pinjaman beberapa unit militer dan pembelian akan meminta konsultasi dengan sekutu berdasarkan Pasal 4 perjanjian NATO.

Kamis (17/11/2022)

Rusia melepaskan gelombang serangan roket, drone, dan rudal lainnya di seluruh Ukraina pada Kamis  (17/11/2022) pagi, dilansir dari The Guardian.

Soal kaitan rudal di Polandia, Menteri Luar Negeri Belgia menyatakan bahwa rudal itu merupakan rudal pasukan udara Ukraina yang menyasar ke Polandia.

Zelensky membantah bahwa rudal yang jatuh di Polandia itu berasal dari serangan pasukan militer UkrainaMelansir dari CNA, dia meminta akses untuk bisa ke lokasi ledakan rudal di Polandia, dan menyatakan terbuka untuk penyelidikan.

Jumat (18/11/2022)

Serangan baru Rusia menghantam kota-kota di seluruh Ukraina telah melumpuhkan infrastruktur energi negara itu saat musim dingin tiba dan suhu turun, dilansir dari CNA.

Rentetan berulang kali telah mengganggu pasokan listrik dan air ke jutaan warga Ukraina. Pejabat di Kyiv menyebut, bahwa hari-hari akan sulit ke depan.

Penduduk Kherson berebut untuk menimbun bantuan seperti makanan, selimut, popok, dan pakaian musim dingin. Teriakan dan sorak sorai saat para relawan melemparkan perbekalan ke kerumunan yang menunggu berjam-jam di tengah suhu dingin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Volodymyr Zelensky Rusia Ukraina
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top