Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Update Perang Rusia VS Ukraina Hari ke- 251: Rusia Rekrut Pasukan Militer Afganistan Untuk Serang Ukraina

Rusia berniat ingin menarik ribuan mantan pasukan komando, dengan tawaran pembayaran tetap US$1.500 per bulan.
Ileny Rizky
Ileny Rizky - Bisnis.com 01 November 2022  |  12:29 WIB
Update Perang Rusia VS Ukraina Hari ke- 251: Rusia Rekrut Pasukan Militer Afganistan Untuk Serang Ukraina
Warga membersihkan puing-puing di sebelah gedung perkantoran yang ditembaki malam sebelumnya di dekat pusat kota Kharkiv saat serangan Rusia ke Ukraina di Kharkiv, Ukraina. REUTERS - Leah Millis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perang Rusia vs Ukraina masih terus berlanjut. Memasuki hari ke- 251, Rusia merekrut pasukan militer Afghanistan yang dilatih oleh Amerika Serikat (AS) untuk berperang di Ukraina.

Dilansir The Guardian, Selasa (1/11/2022) dilaporkan bahwa tentara pasukan khusus Afghanistan yang dilatih oleh pasukan Amerika sekarang direkrut oleh militer Rusia untuk berperang di Ukraina.

Tiga Mantan Jenderal Afganistan kepada The Associated Press, mengungkapkan bahwa Rusia berniat ingin menarik ribuan mantan pasukan komando, dengan tawaran pembayaran tetap US$1.500 per bulan.

Selain itu, ketiga jenderal itu menyebut bahwa pihak Rusia menjanjikan akan menyediakan tempat berlindung yang aman untuk diri dan juga keluarga mereka.

Para pasukan militer Afganistan itu takut akan di deportasi ke negaranya lantaran mereka dan keluarganya khawatir dapat menjadi kematian di tangan Taliban. Banyak dari pasukan komando melarikan diri ke Iran setelah penarikan AS yang kacau dari Afghanistan tahun lalu.

Jenderal Abdul Raof Arghandiwal mengatakan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan pasukan komando di Iran yang tidak ingin berperang melawan Ukraina, tetapi merasa takut akan dideportasi pulang ke negaranya.

"Para pasukan bertanya kepada saya, mereka bilang beri saya solusi, apa yang harus kita lakukan?" kata Arghandiwal, dikutip dari Usatoday, Selasa (1/11/2022).

"Jika kita kembali ke Afghanistan, Taliban akan membunuh kita,” sambungannya.

Rangkaian peristiwa di perang Rusia vs Ukraina hari ke- 251:

– Rudal Rusia serang pembangkit listrik dan infrastruktur energi milik Ukraina

Rentetan rudal Rusia dilaporkan telah menghantam pembangkit listrik tenaga air dan sejumlah pembangkit energi penting lainnya. Selain itu, infrastruktur air di seluruh Ukraina juga terkena imbas gencatan Rusia.

Rusia mengatakan bahwa pihaknya telah mencapai target infrastruktur militer dan energi. Di samping itu, Ukraina mengatakan fasilitas militernya tidak ditargetkan.

– Sebagian penduduk Ukraina kekurangan pasokan air

Walikota ibukota Ukraina mengatakan bahwa sebagian besar Kyiv dibiarkan tanpa listrik atau air. Selain itu, dilaporkan sebanyak 40 persen penduduk tidak memiliki air. Terdapat sekitar  270 ribu apartemen tidak memiliki aliran listrik pada Senin (31/10/2022) malam.

– 12 kapal ekspor biji-bijian tinggalkan Ukraina

Menteri infrastruktur Ukraina melaporkan sebayak dua belas kapal ekspor biji-bijian meninggalkan Ukraina meskipun terdapat keputusan Rusia untuk menarik diri dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam.

Selain itu,  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga membenarkan kejadian pertama dari 40 inspeksi kapal yang direncanakan selesai di perairan Istanbul.

– Rusia ungkap alasan tinggalkan kesepakatan biji-bijian sebagai tanggapan atas serangan armadanya di Krimea

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa serangan dan keputusan untuk menarik diri dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam adalah sebagai tanggapan atas serangan pesawat tak berawak, terhadap armada Rusia di Krimea yang ia tuduhkan pada Ukraina.

Putin mengatakan pada konferensi pers pada hari Senin (31/10/2022), bahwasannya pesawat tak berawak Ukraina telah menggunakan koridor laut yang sama dengan kapal-kapal gandum yang transit di bawah kesepakatan yang ditengahi oleh PBB.

- Rusia tidak menerima adanya pergerakan kapal melalui koridor keamanan Laut Hitam

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dengan tegas bahwa pergerakan kapal melalui koridor keamanan Laut Hitam itu tidak dapat diterima.

Dalam sebuah pernyataan, dia ingin Ukraina berkomitmen untuk tidak menggunakan koridor gandum Laut Hitam untuk tujuan militer. "Tidak ada pertanyaan untuk menjamin keamanan objek apa pun di daerah itu sampai saat itu," ujar Kementerian Pertahanan itu.

– PBB bantah Rusia yang mengklaim sebuah kapal gandum terlibat dalam serangan ke Rusia

PBB dengan tegas membantah klaim Rusia yang menyebut bahwa kapal kargo sipil yang membawa gandum Ukraina mungkin terlibat dalam serangan pesawat tak berawak terhadap Rusia. 

"Tidak ada kapal seperti itu di koridor zona aman, yang ditentukan di Laut Hitam pada saat Rusia mengatakan serangan itu terjadi," kata Kepala bantuan PBB, Martin Griffiths, dikutip dari The Guardian pada Selasa (1/11/2022).

– Prancis upayakan izin ekspor makanan ke Ukraina

 Prancis sedang berupaya untuk mengizinkan ekspor makanan Ukraina melalui jalur darat daripada Laut Hitam.

– Rusia tepis dugaan pihaknya meretas telepon Liz Truss

Pihak Rusia membantah laporan yang menyebut bahwa agennya telah meretas telepon Liz Truss dan memperoleh akses ke informasi sensitif.

– Militer Norwegia siap untuk bantu Ukraina dalam perang lawan Rusia

Norwegia menempatkan militernya pada tingkat siaga yang lebih tinggi untuk membantu perang di Ukraina.

Perdana menteri, Jonas Gahr Store, mengatakan bahwa penyiagaan militer terus dilakukan meskipun  tidak ada ancaman invasi langsung yang terdeteksi dari Rusia.

- Rusia sebut pihaknya telah selesaikan mobilisasi militer parsial

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan mobilisasi militer parsial yang diumumkan oleh Putin pada bulan September. 

Kemudian, pihaknya juga menyebut tidak akan ada pemberitahuan panggilan lebih lanjut yang dikeluarkan.

- Pengurangan pengiriman gas alam Rusia menurunkan kemampuan Moldova dalam penyediaan listrik

Wakil Menteri Moldova mengatakan bahwa pengurangan 40 persen dalam pengiriman gas alam Rusia memukul kemampuan Moldova untuk menyediakan listrik yang cukup untuk 2,5 juta penduduknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina perang afganistan Rusia
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top