Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Viral di Twitter! Korban Tragedi Kanjuruhan Ditawari Jadi Polisi hingga TNI, Begini Kata Pengamat dan Netizen

Setelah Kapolri menawari anak korban Tragedi Kanjuruhan jadi Polisi, kini muncul kanar Pagdam tawari korban tendangan TNI jadi anggota TNI.
Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari - Bisnis.com 07 Oktober 2022  |  07:06 WIB
Viral di Twitter! Korban Tragedi Kanjuruhan Ditawari Jadi Polisi hingga TNI, Begini Kata Pengamat dan Netizen
Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto dan Rafi (Korban tendangan maut TNI) - YouTube Kodam Brawijaya
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Tragedi Kanjuruhan masih menyisakan duka yang mendalam bagi pecinta sepak bola tanah air.

Pada Jumat, 7 Oktober 2022, viral di Twitter anak korban tragedi Kanjuruhan dan korban tendangan TNI ditawari jadi Polisi hingga Anggota TNI.

Sebelumnya, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo sempat memberikan tawaran kepada anak korban Tragedi Kanjuruhan untuk menjadi polisi.

Tawaran tersebut diberikan Kapolri setelah memalukan takziah ke salah satu korban tragedi Kanjuruhan yang tidak disebutkan namanya.

Dan belum lama ini, korban tendangan maut TNI yang sempat viral juga mendapat tawaran untuk menjadi TNI.

Tawaran tersebut kabarnya diberikan oleh Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto. Meski demikian, Rafi, yang menjadi korban tendangan TNI yang videonya sempat viral tersebut menolak karena ingin jadi wirausaha.

Viralnya dua berita tawar menawar menjadi aparat tersebut mendapat respons yang cukup keras dari netizen.

Mereka mempertanyakan proses perekrutan anggota TNI dan Polisi yang seharusnya dilakukan secara profesional.

Sementara itu, pengamat Kepolisian, Bambang Rukminto mengatakan jika langkah yang dilakukan Kapolri tersebut kurang mendidik.

Sebab menurut Bambang, perekrutan Polisi semestinya dilakukan dengan tidak didasari rasa belas kasihan semata. Ia mengungkapkan perekrutan Polisi semestinya dilakukan dengan profesional.

"Tidak mendidik, karena penerimaan calon anggota Polri juga harus profesional berdasar kompetensi dan kualitas calon," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tragedi Kanjuruhan tni polisi

Sumber : Twitter, Tempo

Editor : Hesti Puji Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top