Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Baru Beberapa Jam Jadi PM Baru Inggris, Liz Truss Ramai Dikritik Disebut Tak Pro Buruh

Liz Truss baru saja terpilih sebagai PM baru Inggris menggantikan Boris Johnson, namun Truss sudah banya
Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari - Bisnis.com 06 September 2022  |  07:56 WIB
Baru Beberapa Jam Jadi PM Baru Inggris, Liz Truss Ramai Dikritik Disebut Tak Pro Buruh
Liz Truss
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Liz Truss baru saja terpilih sebagai Perdana Menteri (PM) baru Inggris menggantikan Boris Johnson, pada Selasa, 6 September 2022 waktu London.

Dalam pemilihan ketua partai yang diikuti oleh para anggota Partai Konservatif, Truss mendapatkan 81.326 suara sementara Sunak, memperoleh 60.399 suara.

Meski baru beberapa jam berstatus PM baru, Liz Truss sudah ramai dikritik oleh sejumlah pakar dan oposisinya.

Menurut mereka, Liz Truss akan gagal memimpin karena mendapatkan jabatan di tengah krisis dan inflasi besar-besaran yang terjadi di dunia.

Terlebih, mengingat catatan Partai Konservatif sebelumnya, Liz Truss diprediksi tak akan banyak berubah.

"Dia akan langsung menghadapi badai," kata redaktur politik surat kabar The Independent, Andrew Woodcock.

Masalah terbesar yang harus diselesaikan Truss dalam waktu dekat adalah krisis energi, khususnya gas karena perang Ukraina dan juga langkah Rusia.

Jajak pendapat saat ini menunjukkan partai oposisi, Buruh unggul dibanding Konservatif namun pemilu baru akan diselenggarakan pada 2024.

Sebagai oposisi, Sir Keir Starmer, pemimpin oposisi utama, Partai Buruh kiri-tengah, menyebut Truss "tidak berhubungan" alias tidak pro dengan pekerja.

Dia mengatakan kepada wartawan lokal bahwa Truss berbicara panjang lebar tentang pemotongan pajak, tapi dia tidak berbicara banyak tentang biaya krisis hidup.

"Dia harus menghadapi kenyataan bahwa NHS sedang bertekuk lutut. Dia harus berurusan dengan runtuhnya hukum dan ketertiban dan itu tidak bisa menjadi pembenaran untuk tidak membekukan harga energi," katanya.

Kemudian, Starmer mentweet dengan menyindir Truss akan lebih memperhatikan nasib buruh ke depannya.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Perdana Menteri kami berikutnya Liz Truss saat dia bersiap untuk menjabat. Tapi setelah 12 tahun Tories (Konservatif) yang harus kita tunjukkan adalah upah rendah, harga tinggi, dan krisis biaya hidup Tory. Hanya Partai Buruh yang dapat memberikan awal baru yang dibutuhkan negara kita," katanya.

Ed Davey, pemimpin kecil Partai Demokrat Liberal, mengatakan: "Di bawah Liz Truss, kita akan melihat lebih banyak krisis dan kekacauan yang sama seperti di bawah Boris Johnson. Dari biaya hidup darurat hingga krisis NHS, Konservatif telah menunjukkan bahwa mereka tidak peduli, dan tidak punya rencana," ucap Ed Davey.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdana menteri Liz Truss inggris
Editor : Hesti Puji Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top