Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Bakal Jual Senjata Senjata Rp16,37 Triliun Miliar ke Taiwan, China Murka?

Penjualan termasuk US$650 juta dukungan lanjutan untuk radar yang dijual sebelumnya, US$90 juta untuk 100 rudal Sidewinder dan 60 rudal anti-kapal Harpoon.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Agustus 2022  |  09:54 WIB
AS Bakal Jual Senjata Senjata Rp16,37 Triliun Miliar ke Taiwan, China Murka?
Rudal Tomahawk milik militer AS - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat tengah bersiap untuk menjual peluru kendali dan radar militer senilai US$1,1 miliar atau sekitar Rp ke Taiwan.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (30/8/2022), penjualan tersebut terdiri dari US$650 juta dukungan lanjutan untuk radar pengawasan yang dijual sebelumnya, sekitar US$90 juta untuk sekitar 100 rudal serangan udara Sidewinder serta sekitar 60 rudal anti-kapal Harpoon tambahan. Kedua senjata tersebut telah dijual ke Taiwan sebelumnya.

Departemen Luar Negeri AS secara informal memberi tahu Kongres mengenai penjualan itu pada Senin malam (29/8). Meskipun Taiwan tidak menawarkan kemampuan militer baru, langkah itu akan membuat marah China, yang telah menjadi lebih agresif secara militer terhadap Taiwan.

Berita ini menandai dimulainya konsultasi staf yang akan menghasilkan proposal penjualan senjata resmi dari Departemen Luar Negeri. Tetapi dukungan untuk Taiwan semakin tinggi di antara Partai Republik dan Demokrat, yang berarti bahwa paket tersebut kemungkinan hanya akan mendapati sedikit rintangan dari Kongres.

Sumber terpisah yang mengetahui masalah ini mengatakan ada beberapa percakapan antara pemerintah dan Kongres tentang penjualan senjata ke Taiwan.

Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS yang tidak ingin disebutkan namanya menolak untuk menanggapi secara rinci. Ia hanya mengatakan bahwa AS akan terus memenuhi tanggung jawabnya di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan untuk mendukung pertahanan militer Taiwan.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa departemennya tidak secara terbuka berkomentar atau mengonfirmasi penjualan pertahanan yang diusulkan sampai rencana tersebut secara resmi dikabarkan kepada Kongres.

Awal bulan ini, Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjuni Taiwan dan membuat murka China, yang kemudian melakukan latihan serangkaian militer dan menembakkan rudal di pulau itu untuk pertama kalinya.

Pesawat-pesawat tempur China telah menembus garis tengah yang membelah Selat Taiwan hampir setiap hari sejak kunjungan Pelosi.

Sejak itu, Senator Edward Markey, seorang Demokrat Massachusetts, dan Senator Marsha Blackburn, seorang Republikan Tennessee, juga melakukan perjalanan ke Taiwan.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyambut baik kunjungan dari anggota parlemen AS sebagai pertunjukan aktif dukungan kuat dari Kongres AS. Ia menambahkan mereka telah memperkuat tekad Taiwan untuk membela diri.

Pekan lalu, Taiwan juga mengusulkan untuk menaikkan total anggaran militer hampir 14 persen pada tahun 2023. Setahun yang lalu, pemerintahan Biden menyetujui penjualan senjata pertamanya ke wilayah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taiwan China vs Taiwan amerika serikat senjata
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top