Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan, China Siaga

Kapal enjelajah berpeluru kendali kelas Ticonderoga USS Antietam dan USS Chancellorsville tengah melakukan transit rutin melalui selat Taiwan
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Agustus 2022  |  05:58 WIB
Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan, China Siaga
Dua kapal perang milik Amerika Serikat (AS), Mustin dan Benfold, berlayar melintasi Selat Taiwan dalam suatu pelayaran yang dipandang Taiwan sebagai bentuk dukungan dari AS, yang meningkatkan ketegangan dengan China. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) berlayar melewati Selat Taiwan pada Minggu (28/8/2022), pertama kalinya sejak kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi.

Dilansir Bloomberg pada Senin (29/8/2022), Armada ke-7 AS menyatakan kapal penjelajah berpeluru kendali kelas Ticonderoga USS Antietam dan USS Chancellorsville tengah melakukan transit rutin melalui koridor selat di luar laut teritorial negara bagian mana pun.

“Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen Amerika Serikat terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata komandan Armada 7.

Sementara itu, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengikuti kapal penjelajah AS tersebut dan mengatakan bahwa mereka dalam siaga tinggi untuk menundukkan segala provokasi.

Pemerintahan Biden berjanji untuk melanjutkan transit rutin seperti itu setelah China menanggapi perjalanan penting Pelosi ke Taipei awal bulan ini dengan menembakkan rudal balistik ke Taiwan. China menganggap pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai wilayahnya dan memprotes pertukaran diplomatik dengan Taipei.

Menurut data Bloomberg, AS telah melakukan rata-rata sembilan perjalanan tahunan melalui selat Taiwan selama dekade terakhir sebagai bagian dari latihan kebebasan navigasi.

Transit AS terakhir yang diketahui di selat itu sebelum hari Minggu adalah pada 19 Juli, ketika kapal USS Benfold berlayar melalui jalur air.

Duta Besar China untuk AS Qin Gang awal bulan ini meminta kapal anggatan laut AS untuk tidak berlayar melalui Selat Taiwan. Ia mengatakan Beijing memandang transit tersebut sebagai eskalasi oleh AS dan upaya untuk mendukung pemerintah "separatis" di Taipei.

Mantan Editor Global Times Hu Xijin mengatakan kapal militer AS yang transit di selat Taiwan pada Minggu tersebut merupakan bentuk provokasi baru oleh Negeri Paman Sam tersebut.

“Ini tidak lagi menjadi penghalang tetapi hanya mengingatkan kita bahwa AS adalah kekuatan yang sangat tidak bersahabat dan kita harus melepaskan ilusi,” ungkap Hu Xijin di akun Twitter @HuXijin_GT.

Ia menambahkan bahwa penyelesaian masalah Taiwan harus dipercepat untuk menghilangkan pengaruh kekuatan eksternal dalam merusak kebangkitan China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taiwan China vs Taiwan amerika serikat
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top