Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Tempatkan Kapal Pemantau Rudal Balistik di Hambantota Sri Lanka, Ada Apa?

China mulai menempatkan kapal survei dan pemantau rudal balistik, Yuan Wang 5 di pelabuhan Hambantota di Sri Lanka.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  15:16 WIB
China Tempatkan Kapal Pemantau Rudal Balistik di Hambantota Sri Lanka, Ada Apa?
China mulai menempatkan kapal survei dan pemantau rudal balistik, Yuan Wang 5 di pelabuhan Hambantota di Sri Lanka. Para pengunjuk rasa menyerbu kompleks kantor perdana menteri Sri Lanka. Reuters/NurPhoto - Pradeep Dambarage
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - China mulai menempatkan kapal survei dan pemantau rudal balistik, Yuan Wang 5 di pelabuhan Hambantota di Sri Lanka.

Keberadaan kapal itu menjadi sumber sengketa antara antara India dan China, dua penyumbang terbesar Sri Lanka dalam krisis ekonomi saat ini. India khawatir China sebagai saingannya yang lebih besar dan kuat akan menggunakan pelabuhan Hambantota yang berada di dekat rute pelayaran utama Asia-Eropa sebagai pangkalan militer.

Analis keamanan asing menggambarkan Yuan Wang 5 sebagai salah satu kapal pelacak ruang angkasa generasi terbaru China seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (16/8/2022). Kapal itu digunakan untuk memantau peluncuran satelit, roket, dan rudal balistik antarbenua. Pentagon mengatakan kapal Yuan Wang dioperasikan oleh Pasukan Dukungan Strategis Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Sementara itu, otoritas Sri Lanka mengatakan pada hari Sabtu bahwa pihaknya telah menyetujui bahwa Yuan Wang 5 dapat berlabuh di Hambantota, meskipun ada kekhawatiran keamanan yang dikemukakan oleh India dan Amerika Serikat (AS).

India menampik telah menekan Sri Lanka untuk menolak keberadaan kapal itu. Di sisi lain, krisis ekonomi Sri Lanka telah membuat negara itu terjebak utang ke China.

Satu cerita jebakan utang yang membuat Sri Lanka terpuruk adalah jatuhnya Pelabuhan Hambantota ke tangan China pada 2017. Padahal pelabuhan itu adalah pelabuhan laut dalam utama Sri Lanka yang diharapkan bisa membangkitkan ekonomi negara itu.

Presiden Mahinda Rajapaksa ketika itu dilaporkan meminjam uang hingga US$1,2 miliar dengan iming-iming pembangunan pelabuhan demi memperbesarnya.

Namun disebutkan pula kedekatan Mahinda dengan China terlihat pada saat kampanye periode keduanya karena disebutkan China membantu mengalirkan dana kampanye melalui para pembantu Mahinda.

Hingga pada 2017 disebutkan utang Sri Lanka sebagaimana diberitakan Times of India sudah mencapai hingga US$7 miliar. Alih-alih Hambantota menjadi besar, pelabuhan itu akhirnya jatuh ke tangan China dengan penguasaan selama 99 tahun dimulai 2017 silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china sri lanka rudal amerika serikat india
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top