Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-161: Biji-bijian Penyelamat Krisis Pangan Dunia

Turki berharap satu kapal biji-bijian dapat meninggalkan Ukraina setiap hari selama perjanjian ekspor ini berlaku.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  20:34 WIB
Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-161: Biji-bijian Penyelamat Krisis Pangan Dunia
Reruntuhan apartemen di Donesk, Ukraina, yang terhantam rudal Rusia /Pavlo Kyrylenko - Handout via REUTERS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Konflik Rusia vs Ukraina sudah memasuki hari ke-161 sejak awal invasi. Pada hari ini, pengiriman biji-bijian dari Pelabuhan Odesa sedang menuju Lebanon di bawah kesepakatan yang ditengahi oleh PBB dan Turki.

Pengiriman ini diharapkan membawa jutaan ton produk dari Ukraina yang terperangkap, juga sebagai langkah untuk mengurangi krisis pangan global.

Dalam hal ini, Turki berharap satu kapal biji-bijian dapat meninggalkan Ukraina setiap hari selama perjanjian ekspor ini berlaku.

Lalu, badan Pengungsi PBB telah melaporkan bahwa penyebrangan kapal tersebut telah melewati batas untuk pertama kalinya sejak Rusia menginvasi negara itu.

Selain itu, simak ini beberapa update rangkuman konflik Rusia vs Ukraina hari ke-161 yang dirangkum The Guardian pada Rabu (3/8/2022), sebagai berikut :

Tuduhan Dilayangkan Kepada Komandan Rusia oleh Pasukannya Sendiri

Kepala Ombudsman Militer Moskow, Maxim Grebenyuk mengatakan saat ini sekelompok tentara Rusia telah menuduh komandan mereka memenjarakan mereka di Ukraina timur karena menolak ambil bagian dalam perang. Dilaporkan sekitar 140 tentara ditahan dan empat telah mengajukan pengaduan kepada komite investigasi.  

Rusia Tuduh AS Terlibat Langsung Dalam Perang di Ukraina

Rusia telah menuduh AS dengan memberikan informasi penargetan untuk serangan rudal jarak jauh Ukraina, Rusia menganggap hal ini adalah keterlibatan AS secara langsung dalam konflik. Namun, wakil kepala intelijen militer Ukraina, Vadym Skibitsky telah membantah tuduhan tersebut, akan tetapi dirinya mengakui adanya konsultasi dengan pejabat AS.

AS Jatuhkan Sanksi Kepada Orang Terdekat Putin

AS telah menjatuhkan sanksi kepada Alina Kabaeva yang diduga memiliki hubungan mesra dengan Vladimir Putin. Mantap pesenam Olimpiade ini akan dibekukan asetnya di AS dan melarang orang AS untuk berurusan dengan Kabaeva.

MA Rusia Menetapkan Batalyon Sukarelawan Sebagai Teroris

Eks pasukan sukarelawan yang tergabung dengan tentara Ukraina atau resimen Azov, saat ini sudah ditetapkan oleh Mahkamah Agung (MA) Rusia sebagai organisasi teroris, yang artinya pasukan tersebut akan mendapat hukuman berat dari Rusia.

G7 Ancam Rusia Dengan Pemblokiran Layanan Miliknya

Rusia telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mematuhi batasan dalam pengiriman minyak kepada negara yang tidak mendukung kebijakan G7, atas tanggapan pernyataan tersebut G7 akan mengancam Rusia dengan merampas pendapatannya melalui pemblokiran layanan pengangkutan minyaknya secara global jika tidak mengindahkan batas harga minyak yang diusulkan. 

Kritik Kedutaan AS Terhadapan Kebijakan 'Kominfo' Rusia

Kedutaan AS di Kyiv telah mengkritik keputusan Lembaga media dan telekomunikasi milik Rusia, Roskomnadzor, karena memblokir situs web pemerintah AS - share.america.gov.

Juru bicara departemen luar negeri AS, Ned Price menuduh Roskomnadzor sebagai agen yang memantau, mengontrol dan menyensor media yang berbeda jalan dengan pemerintahan Rusia. Price juga mengatakan bahwa Rusia takut akan hal ini.

Sebelumnya dalam perang, Rusia memutus akses ke beberapa situs web organisasi berita asing, termasuk BBC dan Deutsche Welle, karena menyebarkan apa yang diduga sebagai informasi palsu tentang invasinya di Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Perang Rusia Ukraina Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top