Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wapres Ma'ruf Amin Tanggapi Soal Kasus ACT, Begini Katanya

Terungkapnya kasus dugaan penggelapan dana oleh pengurus Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dapat mendorong transparansi.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 28 Juli 2022  |  06:09 WIB
Wapres Ma'ruf Amin Tanggapi Soal Kasus ACT, Begini Katanya
Wapres KH Ma'ruf Amin. (kanan). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin ikut angkat suara terkait kasus dugaan penggelapan dana oleh pengurus dann petinggi Aksi Cepat Tanggap alias ACT. 

Ma'ruf menilai meskipun terdapat kasus dugaan penggelapan dana oleh pengurus Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), tetapi justru hal itu dapat mendorong lembaga sosial berlandaskan ajaran Islam untuk makin transparan.

"Saya kira lembaga sosial Islam yang terpercaya itu banyak, ini ACT 'kan salah satu saja. Ini tidak boleh kemudian menghilangkan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, kita mengingatkan kepada lembaga-lembaga seperti ACT ini harus lebih transparan, ya," katanya.

Menurut Wapres Ma'ruf, dengan transparansi, masyarakat akan lebih percaya pada lembaga-lembaga tersebut.

"Jadi, nanti laporan-laporan keuangannya agar lebih terbuka sehingga tidak ada lagi dugaan-dugaan," tambah Wapres.

Wapres mengatakan bahwa Pemerintah sedang berupaya untuk membangun lembaga semacam wakaf dengan pengurus yang telah tersertifikasi.

Penyebabnya, dia memandang perlu nazir-nazir wakaf yang mengelola wakaf perlu mengikuti pelatihan pelatihan, sertifikasi, dan kemampuan mengelola. Selain itu, juga saluran yang melalui lembaga yang terpercaya sehingga semuanya terus terbuka.

"Jadi, saya pikir kepercayaan masyarakat, apalagi ini dikelola oleh Pemerintah, wakaf sukuk, wakaf, kemudian juga perbaikan iklim, energi terbarukan semua akan transparan, terbuka karena dikelola oleh Pemerintah," tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, negara-negara Timur Tengah, seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Mesir juga memiliki lembaga wakaf yang banyak.

"Juga memiliki properti, nah ini yang bisa dikembangkan di Indonesia, potensinya sebenarnya besar tetapi belum terorganisasi dengan baik sehingga kita ke depan membenahi organisasi. Selain efektif dalam pengumpulan penggunaan, juga bisa terkontrol dengan baik," kata Ma’ruf.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ma'ruf Amin aksi cepat tanggap
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top