Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Eks Presiden ACT Ahyudin Divonis 3,5 Tahun Penjara!

Eks Presiden ACT Ahyudin divonis 3,5 tahun penjara terkait kasus penggelapan dana donasi santunan Boeing untuk korban kecelakaan pesawat Lion Air.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 24 Januari 2023  |  16:44 WIB
Eks Presiden ACT Ahyudin Divonis 3,5 Tahun Penjara!
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Eks Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin divonis 3,5 tahun penjara dalam kasus penggelapan dana donasi santunan Boeing untuk korban kecelakaan pesawat Lion Air.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 3 tahun 6 bulan,” ujar Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (24/1/2023).

Majelis hakim mengatakan Ahyudin telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan penggelapan dalam jabatan sebagaimana dakwaan primer.

Adapun hal yang memberatkan, menurut hakim, adalah perbuatan Ahyudin meresahkan masyarakat luas karena menyalahgunakan dana Boieng Community Investment Fund (BCIF).

“Hal meringankan terdakwa berterus terang dan menyesali perbuatannya, mempunyai keluarga dan belum pernah dihukum,” ucap Majelis Hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut empat tahun penjara terhadap Mantan Presiden ACT karena diyakini telah melakukan penggelapan dana Rp117 miliar donasi yang diberikan Boeing untuk ahli waris korban kecelakaan Lion Air JT610.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Ahyudin selama empat tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," kata JPU dalam amar putusannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (27/12/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aksi cepat tanggap boeing lion air aksi cepat tanggap
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top