Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rajapaksa Resmi Mundur, Parlemen Sri Lanka Pilih Presiden Dalam Sepekan 

Parlemen secara resmi menerima pengunduran diri Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa setelah negara itu dilanda krisis.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 Juli 2022  |  15:46 WIB
Rajapaksa Resmi Mundur, Parlemen Sri Lanka Pilih Presiden Dalam Sepekan 
Demonstrans berada di dalam kantor Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe di Kolombo, Sri Lanka, Rabu (13/7/2022). Reuters - Marlon Ariyasinghe
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Parlemen secara resmi menerima pengunduran diri Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa setelah negara itu dilanda krisis dan sang presiden meninggalkan negara itu menuju Singapura yang disusul dengan pernyataan mengundurkan diri.

Deklarasi resmi tersebut menjadikan Gotabaya Rajapaksa, yang pernah dikenal sebagai "Terminator" karena tindakannya yang kejam terhadap pemberontak Tamil, menjadi kepala negara Sri Lanka pertama yang mengundurkan diri sejak mengadopsi sistem pemerintahan presidensial pada 1978.

Dia mengirim email tentang pengunduran dirinya dari Singapura setelah terbang ke sana dari Maladewa. Dia melarikan diri akibat para demonstran menyerbu istananya pada akhir pekan.

"Gotabaya telah mengundurkan diri secara sah" mulai Kamis, kata Ketua Parlemen Sri Lanka, Mahinda Yapa Abeywardana kepada wartawan seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (15/7/2022).

Dia memastikan telah menerima surat pengunduran diri tersebut.

Di bawah konstitusi Sri Lanka, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe, yang juga dituntut oleh pengunjuk rasa untuk mundur, akan secara otomatis menjadi penjabat presiden sampai parlemen dapat memilih seorang anggota parlemen untuk menggantikan Rajapaksa selama sisa masa jabatannya.

Para anggota legislatif akan dipanggil pada hari Sabtu untuk bersidang, kata Abeywardana kepada wartawan di kediamannya.

Dia berharap untuk menyelesaikan proses pemilihan "dalam waktu tujuh hari".

Kepergian Rajapaksa terjadi setelah berbulan-bulan protes atas apa yang dikatakan para kritikus sebagai salah urus ekonomi negara pulau itu yang menyebabkan krisis parah bagi 22 juta penduduknya.

Di jalan raya pinggir laut yang pernah menjadi markas besar gerakan protes untuk menggulingkannya, sekelompok kecil orang mengumpulkan kekuatan yang tersisa Kamis (14/7/2022) malam untuk merayakan pengunduran diri Rajapaksa.

Hanya beberapa ratus orang yang berada di sana untuk menandai tonggak sejarah setelah banyak pelaku aksi protes kelelahan akibat menahan rentetan gas air mata dan konfrontasi dengan pasukan keamanan di hari-hari sebelumnya.

Rajapaksa, istrinya, dan dua pengawal mereka tiba di Singapura dari Maladewa dengan penerbangan maskapai Saudi Airlines.

Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan media tak lama setelah pukul 8 malam bahwa Rajapaksa telah memasuki Singapura dalam "kunjungan pribadi".

Warga Sri Lanka dapat melakukan perjalanan ke Singapura tanpa visa untuk perjalanan yang kurang dari 30 hari.

"Dia tidak meminta suaka dan dia juga tidak diberikan suaka. Singapura umumnya tidak mengabulkan permintaan suaka," kata juru bicara MFA.

Sebagai presiden, Rajapaksa menikmati kekebalan dari penangkapan dan dia diketahui ingin pergi ke luar negeri sebelum mengundurkan diri untuk menghindari kemungkinan ditahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri lanka Gotabaya Rajapaksa singapura
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top