Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Islamofobia Meradang! Ini Daftar Konflik Hindu vs Muslim di India

Berikut daftar konflik umat Hindu vs Muslim di India yang menunjukkan sikap Islamofobia.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  13:17 WIB
Islamofobia Meradang! Ini Daftar Konflik Hindu vs Muslim di India
Komunitas muslim India melakukan aksi demonstrasi meminta politisi partai sayap kanan India Bharatiya Janata Party (BJP) Nupur Sharma dihukum karena menghina Nabi Muhammad SAW - dok. Times of India

Bisnis.com, JAKARTA – Penduduk dan petinggi negara mayoritas muslim di dunia memberikan kecaman terhadap India. Hal tersebut merupakan buntut panjang dari pernyataan juru bicara partai sayap kanan India Bharatiya Janata Party (BJP) yang menunjukkan sikap Islamofobia.

Dikutip dari Al-Jazeera pada Rabu (8/6/2022), juru bicara partai nasional BJP Nupur Sharma dilaporkan telah menghina Nabi Muhammad SAW dan istrinya Aisyah di sebuah debat TV nasional.

Pernyataan Sharma tersebut lantas memantik perhatian banyak kalangan di seluruh dunia. Duta besar India untuk Kuwait dan Qatar juga melaporkan telah mendapat teguran resmi atas pernyataan Nupur Sharma tersebut.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Pakistan juga turut mengeluarkan pernyataan dan mengutuk pernyataan dari juru bicara BJP yang dinilai sangat menghina kaum muslim di seluruh dunia. 

“Pernyataan yang benar-benar tidak dapat diterima, ini tidak hanya melukai perasaan rakyat Pakistan tetapi juga miliaran Muslim di seluruh dunia,” jelas Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan resmi yang dikutip Al-Jazeera, Rabu (8/6/2022).

Menjawab kecaman yang dilayangkan kepadanya, Nupur Sharma melalui akun Instagram pribadinya menyesali sekaligus memberikan pembelaan atas apa yang telah dia lakukan.

“Saya sudah menghadiri debat TV itu selama beberapa hari terakhir dimana Mahadev dan kami dihina dan mendapat perlakuan tak mengenakkan secara terus menerus,” tulisnya dikutip pada Rabu (8/6/2022).

Konflik antara umat Hindu dan Muslim di India memang bukan baru kali ini terjadi. Di awal tahun lalu, pelajar muslim di India harus berbenturan dengan otoritas terkait larangan penggunaan hijab di salah satu perguruan tinggi di Karnaka.

Daftar konflik Hindu vs Islam dan kecenderungan Islamofobia yang terjadi di India

1. Kisruh Amandemen UU Kewarganegaraan (2019)

Banyak orang yang mungkin masih ingat kisruh yang meletus di India pada Desember 2019. Kerusuhan itu pecah sebagai bentuk protes umat muslim atas ketimpangan hak yang didapatkan.

Dalam amandemen tersebut, India menjanjikan kemudahan proses naturalisasi bagi para imigran asal Pakistan, Afghanistan dan Bangladesh untuk memperoleh status kewarganegaraan India, sejauh para imigran tersebut bukan penganut agama islam.

2. Bentrok New Delhi (2020)

Konflik beragama di India kembali pecah terjadi saat bentrok berdarah di New Delhi pada awal Februari 2020. Bentrok tersebut tak lain bermula saat protes yang dilancarkan oleh umat muslim atas amandemen UU Kewarganegaraan. 

Hal itu mendapat serangan balik oleh komunitas nasionalis Hindu yang menyerang Kawasan mayoritas umat Muslim di New Delhi. Akibat kejadian itu, setidaknya 53 orang dilaporkan meninggal dunia.

3. Larangan Hijab (2022)

Pada Februari 2022, larangan penggunaan jilbab di sekolah-sekolah negara bagian Karnataka, India Selatan bersama dengan eskalasi serangan bermotif agama terhadap muslim di India santer diperbincangkan.

Tak hanya menjadi sorotan para politisi atau diplomat negara islam saja, bahkan beberapa mega bintang seperti model berdarah Belanda-Palestina, Bella Hadid hingga peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai turut menyuarakan diskriminasi yang menimpa para wanita Muslim di India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india nabi muhammad islamofobia penistaan agama
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top