Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPPU Endus Persaingan Usaha Tak Sehat di Sektor Pendukung Pariwisata DIY

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengendus perilaku persaingan usaha tidak sehat terkait penjualan oleh-oleh di Daerah Istimewa Yogyakarta
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 31 Mei 2022  |  20:58 WIB
KPPU Endus Persaingan Usaha Tak Sehat di Sektor Pendukung Pariwisata DIY
Pusat Oleh/oleh
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Kepala Kantor Wilayah VII Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Hendry Setyawan mengendus perilaku persaingan usaha tidak sehat terkait penjualan oleh-oleh di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Hendry indikasi praktik persaingan usaha tidak sehat itu berupa perjanjian tertutup antartoko yang menjual oleh-oleh kepada para pelancong yang berwisata ke Yogyakarta.

“Jadi indikasinya ada badan usaha yang melarang suplier memasok barang ke badan usaha lain. Mereka mengancam tidak akan menerima barang suplier jika memasok barang ke tempat lain. Badan usaha ini besar dan cabangnya lebih banyak,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (31/5/2022).

Saat ini jajaran tim Kanwil VII KPPU akan terus mendalami temuan ini. Hendry mengatakan meski bukan merupakan distributor level satu, pihaknya memastikan bahwa badan usaha itu bukan pelaku usaha kecil yang dikecualikan dalam UU No.5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Kami masih mencari tambahan minimal satu alat bukti lagi. Saat ini kami sudah memiliki bukti dokumen, tinggal tambahkan keterangan saksi, ahli dan keterangan dari pelaku sendiri mana tahu mereka mengakui perbuatannya,” ucapnya.

Kanwil VII, tuturnya, menilai pelanggaran prinsip persaingan usaha di wilayah DIY dan Jawa Tengah harus diproses agar bisa menimbulkan efek jera, dan meningkatkan pemahaman dari pemangku kepentingan akan pentingnya persaingan usaha yang sehat, serta eksistensi KPPU.

Selain menyelidiki kasus persaingan di sektor pendukung pariwisata, Kanwil VII KPPU juga tengah melakukan penyelidikan dugaan praktik trying dengan terlapor PT Lestari Berkah Sejati yang merupakan distributor minyak goreng curah.

Perusahaan ini diketahui mewajibkan konsumen membeli barang lain seharga Rp400.000 jika ingin membeli minyak goreng curah dengan harga pasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pariwisata kppu jateng diy
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top