Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ukraina Marah Besar! Rusia Bakal Beri Paspor ke Sebagian Warganya

Ukraina menolak dalih Presiden Rusia yang menyatakan sebagian warga Ukraina menerima kewarganegaraan Rusia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Mei 2022  |  12:44 WIB
Anggota pasukan pro-Rusia melakukan penggeledahan di sebuah rumah selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). REUTERS - Alexander Ermochenko
Anggota pasukan pro-Rusia melakukan penggeledahan di sebuah rumah selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). REUTERS - Alexander Ermochenko

Bisnis.com, JAKARTA—Ukraina menuduh Rusia melakukan kejahatan internasional karena akan mengeluarkan paspor bagi warga Ukraina di beberapa wilayah yang diduduki negara itu setelah invasi sejak 24 Februari lalu.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menolak dalih Presiden Rusia yang menyatakan sebagian warga Ukraina menerima kewarganegaraan Rusia. Ukraina juga menuduh negara itu melanggar hukum internasional dan menyatakan Kremlin melakukan perilaku "kriminal".

"Penerbitan paspor secara ilegal merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, serta  melanggar norma dan prinsip hukum humaniter internasional," menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina seperti dikutip TheGuardian.com, Kamis (26/5).

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menandatangani dekrit yang menyederhanakan prosedur untuk mendapatkan paspor Rusia bagi penduduk wilayah Zaporizhzhia dan Kherson di wilayah Ukraina selatan.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyatakan inisiatif itu adalah bukti lebih lanjut dari tujuan perang "kriminal" Moskow, yaitu integrasi wilayah yang dipegang oleh tentara Moskow "ke dalam bidang hukum, politik dan ekonomi Rusia".

Perintah resmi dari Putin itu diterbitkan kemarin  setelah dekrit 2019 yang memungkinkan prosedur jalur cepat yang sama untuk penduduk republik yang memproklamirkan diri di Donetsk dan Luhansk, wilayah yang berupaya memisahkan diri dari Ukraina.

Pemohon paspor tidak diharuskan untuk tinggal di Rusia dan tidak perlu memberikan bukti dana yang cukup atau lulus tes bahasa Rusia.

Wilayah Kherson berada di bawah kendali penuh pasukan Rusia, sedangkan wilayah tenggara Zaporizhzhia hanya sebagian yang dikendalikan oleh Moskow.

Moskow dan pejabat pro-Moskow mengatakan kedua wilayah itu bisa menjadi bagian dari Rusia.

“Sistem yang disederhanakan akan memungkinkan kita semua untuk melihat dengan jelas bahwa Rusia ada di sini tidak hanya untuk waktu yang lama tetapi selamanya,” ujar wakil pemimpin yang ditunjuk Moskow untuk wilayah Kherson yang diduduki, Kirill Stremousov. 

“Kami sangat berterima kasih kepada presiden Rusia Vladimir Putin atas semua yang dia lakukan untuk kami, untuk melindungi orang-orang Rusia di tanah bersejarah Rusia yang kini telah dibebaskan,” tambahnya.

Permohonan paspor akan diproses dalam waktu tiga bulan dan wilayah Kherson sudah menyiapkan paspor Rusia, kata Stremousov.

Beberapa ratus ribu penduduk wilayah Donetsk dan Luhansk Ukraina dilaporkan telah menerima paspor Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top