Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Perang Rusia Vs Ukraina, Komisi Eropa: Ukraina Harus Menang!

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memberi perincian ke Parlemen Eropa tentang paket sanksi keenam yang menargetkan ekonomi, militer, dan propaganda Rusia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Mei 2022  |  16:54 WIB
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat mengadakan konferensi pers di Brussel, Belgia, pada Senin (21/12/2020). - Bloomberg
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat mengadakan konferensi pers di Brussel, Belgia, pada Senin (21/12/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen hari ini, Rabu (4/5/2022), memberi perincian ke Parlemen Eropa tentang paket sanksi keenam yang menargetkan ekonomi, militer, dan propaganda Rusia.

Dia mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin ingin menghapus Ukraina dari peta dan langkah itu tidak akan berhasil. Bahkan, dia mengatakan Rusia sendiri yang akan tenggelam di muka bumi.

"Kami akan memastikan bahwa kami menghilangkan minyak Rusia secara teratur," katanya seperti dikutip BBC.com, Rabu (4/5/2022).

Menurutnya, dengan cara yang memungkinkan Uni Eropa dan mitranya akan mengamankan rute pasokan alternatif dan pada saat yang sama sangat berhati-hati agar dampak pada pasar global minimal.

Von der Leyen mengatakan impor minyak mentah akan dihapus secara bertahap selama enam bulan dan produk olahan pada akhir 2022. Meskipun dia tidak menyebutk pengecualian apa pun, dua negara yang paling bergantung pada minyak Rusia, Slovakia dan Hongaria, diperkirakan akan diberikan waktu lebih lama untuk menemukan sumber alternatif.

“Jadi, kami memaksimalkan tekanan pada Rusia sementara pada saat yang sama kami meminimalkan kerusakan pada kami dan mitra kami di seluruh dunia. Kami harus memastikan bahwa ekonomi kami tetap kuat.”

Dia melanjutkan keterangannya terkait rincian paket bantuan dan rekonstruksi untuk Ukraina: "Kami ingin Ukraina memenangkan perang ini," katanya.

Von der Leyen mengatakan output ekonomi Ukraina akan turun 35 persen-50 persen pada 2022 dan akan membutuhkan €5 miliar sebulan agar pemerintahan bisa terus berjalan.

Sebelumnya, Slovakia dan Hongaria menyatakan tidak akan mendukung sanksi ekonomi baru yang sedang dipersiapkan Uni Eropa terhadap pasokan energi dari Rusia.

Kedua negara menyatakan bahwa mereka sangat bergantung pada pasokan energi Rusia dan belum menemukan pemasok alternatif dari negara lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa vladimir putin Perang Rusia Ukraina
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top