Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Susul China, AS Labeli Kaspersky Lab Ancam Keamanan Nasional

Amerika Serikat resmi menambahkan satu perusahaan asal Rusia Kaspersky Lab dalam daftar hitam yang dianggap akan mengancam keamanan negara tersebut.
Kaspersky Cybersecurity Index/Istimewa
Kaspersky Cybersecurity Index/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Federal Komunikasi Amerika Serikat menambahkan satu perusahaan asal Rusia dalam daftar hitam yang diidentifikasi sebagai ancaman bagi keamanan nasional negara tersebut.

Dilansir Bloomberg, Sabtu (26/3/2022), AO Kaspersky Lab merupakan perusahaan pertama dari Rusia yang masuk dalam deretan hitam yang kebanyakan diisi oleh perusahaan asal China.

Pada saat yang sama, Amerika Serikat juga menambahkan dua perusahaan lainnya yakni China Telecom (Americas) Corp dan China Mobile International USA Inc.

Ketika suatu perusahaan masuk dalam label hitam tersebut, maka perusahaan asal AS atau perusahaan yang didanai oleh AS tidak bisa mengakses layanannya.

Ketua Komisi Federal Komunikasi Amerika Serikat Jessica Rosenworcel mengatakan langkah tersebut akan memperkuat jaringan komunikasi Amerika Serikat terhadap ancaman yang akan membahayakan keamanan nasional.

Dia menambahkan adanya peluang serangan siber meyusul perang Rusia ke Ukraina.

Kaspersky merupakan perusahaan ternama yang menjual perangkat lunak anti virus dan juga melakukan sejumlah investigasi terhadap insiden serangan siber. Kaspersky mengeklaim sebagai perusahaan privat terbesar di bisnis keamanan siber. Perusahaan ini melindungi lebih dari 400 juta pengguna dan 240.000 perusahaan.

Merespons pelabelan tersebut, Kaspersky mengaku kecewa karena langkah tersebut dinilai lebih condong ke politik ketimbang evaluasi terhadap integritas produk perusahaannya.

“Kaspersky akan terus meyakinkan mitra dan konsumen terkait kualitas dan inetgritas produk kami,” kata perusahan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper