Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biden Sebut Putin Tukang Jagal, Tak Bisa Tetap Berkuasa di Rusia

Presiden AS Joe Biden juga menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai tukang jagal yang tidak bisa lagi berkuasa.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 27 Maret 2022  |  17:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden -  Bloomberg
Presiden Amerika Serikat Joe Biden - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengutuk invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina atas perintah Presiden Rusia Vladimir Putin. Biden juga menyebut Putin sebagai tukang jagal yang tidak bisa lagi berkuasa.

Dikutip melalui The Guardian, Biden mendesak orang-orang di sekitar presiden Rusia untuk menggulingkannya dari Kremlin, bahkan dirinya menilai perlunya Putin kehilangan kekuasaan atas wilayah Ukraina dan di wilayah yang lebih luas yaitu Rusia.

Biden menyatakan harus ada penggantian rezim kekuasaan di Rusia untuk menggeser dominasi Vladimir Putin, sebab dinilainya Presiden Rusia tersebut seharusnya tidak lagi lama menjadi pemimpin negara itu.

"Demi Tuhan, pria ini tak bisa lagi dibiarkan berkuasa," ujar Biden dalam pidato bersejarah di Polandia, Sabtu (26/3/2022).

Kendati demikian, saat Biden mengatakan hal tersebut di sisi lain rudal Rusia menghujani kota paling pro-barat Ukraina, Lviv, 40 mil dari perbatasan Polandia.

Waktu serangan, hanya yang ketiga di sasaran Ukraina barat sejak perang dimulai dan yang paling dekat dengan pusat kota Lviv dan daerah pemukimannya dinilai jelas untuk mengirim pesan ke Gedung Putih.

Mantan presiden dan wakil ketua dewan keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Moskow dapat menggunakannya untuk menyerang musuh yang hanya menggunakan senjata konvensional. Bahkan, hal ini juga dimaksudkan Kremlin kembali mengangkat momok penggunaan senjata nuklir dalam perang dengan Ukraina.

Komentar tersebut mendorong Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang muncul melalui tautan video di Forum Doha Qatar untuk memperingatkan bahwa Moskow adalah ancaman langsung bagi dunia.

“Rusia sedang berunding untuk membual bahwa mereka dapat menghancurkan dengan senjata nuklir, tidak hanya negara tertentu tetapi seluruh planet ini,” kata Zelensky, Minggu (27/3/2022).

Sekadar informasi, invasi Rusia yang dipimpin oleh Putin telah memasuki hari ke-32 dan tetap menjadi sorotan dunia terkait langkahnya menginvasi Ukraina. Atas hal tersebut, Biden menyampaikan pesan ke warga Ukraina saat membuka pidatonya di Warsawa pada Sabtu (26/3)

"Sekarang dalam perjuangan abadi untuk demokrasi dan kebebasan, Ukraina dan rakyatnya ada di garis depan, berjuang untuk menyelamatkan bangsa mereka, dan perlawanan berani mereka adalah bagian dari perjuangan yang lebih besar untuk prinsip-prinsip demokrasi penting yang menyatukan semua orang meraih kebebasannya," ujarnya.

Biden mengatakan kepada rakyat Ukraina bahwa AS mendukung Negara yang dipimpin oleh Volodymyr Zelenskiy tersebut.

“Pesan yang saya sampaikan hari ini kepada menteri luar negeri dan menteri pertahanan Ukraina adalah kami mendukung Anda [Ukraina]. Titik karena kalian bukan musuh kami," katanya.

Selain itu, dia juga berpesan kepada rakyat Rusia untuk turut membantu menolak invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina

“Izinkan saya mengatakan ini, Anda rakyat Rusia bukanlah musuh kami. Saya menolak untuk percaya bahwa anda membiarkan pembunuhan anak-anak tak berdosa dan para lansia atau anda menerima rumah-rumah sakit, sekolah, poli kebidanan yang dihancurkan oleh misil dan bom," tuturnya.

Biden mengatakan perintah Putin atas Ukraina bukanlah sebuah tindakan yang mencerminkan sebuah bangsa yang besar.

"Ini bukanlah Anda sekarang. Ini bukan masa depan yang patut bagi keluarga dan anak-anak Anda. Saya mengatakan kebenaran pada anda," ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov turut merespons pidato Biden di mana dirinya menegaskan pergantian kepemimpinan tidak dapat diputuskan oleh Joe Biden.

"[Pergantian kepemimpinan] Ini bukanlah diputuskan oleh Tuan Biden. Ini haruslah hanya menjadi sebuah pilihan bagi rakyat Federasi Rusia," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia vladimir putin Ukraina Joe Biden Perang Rusia Ukraina
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top