Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNPT Imbau K/L Tidak Mengundang Penceramah Radikal Intoleran

BNPT mengimbau para kementerian dan lembaga untuk tidak mengundang penceramah yang kerap menyuarakan paham radikal intoleran.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 06 Maret 2022  |  16:57 WIB
BNPT Imbau K/L Tidak Mengundang Penceramah Radikal Intoleran
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar. (ANTARA - HO/Youtube BNPT)

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengimbai Kementerian dan Lembaga untuk tidak mengundang penceramah agama yang kerap menghidupkan narasi radikal intoleran.

Imbauan itu menyusul adanya arahan dari Presiden Joko Widodo terkait dengan program Disiplin Nasional.

"Kepada K/L beserta keluarga besar untuk tidak mengundang penceramah yang mengembangkan narasinya radikal intoleran," kata Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam keterangan resminya, Sabtu (5/3/2022).

Ciri-ciri penceramah radikal intoleran

Terpisah, Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Ahmad Nurwakhid, mengatakan persoalan radikalisme perlu diwaspadai sejak dini karena paham tersebut yang selama ini menjiwai aksi terorisme.

Adapun untuk mengetahui penceramah radikal, Nurwakhid menyampaikan ada beberapa indikator yang bisa dicermati.

Pertama, mengajarkan ajaran yang anti Pancasila dan pro ideologi khilafah internasional. Kedua, mengajarkan paham takfiri yang mengkafirkan pihak lain yang berbeda paham, ketiga menanamkan sikap anti pemerintahan yang sah, keempat memiliki sikap ekslusif terhadap lingkungan, dan terakhir yaitu memiliki pandangan antibudaya ataupun antikearifan lokal.

"Maka mengenali ciri-ciri penceramah jangan terjebak pada tampilan, tetapi isi ceramah dan cara pandang mereka dalam melihat persoalan keagamaan yang selalu dibenturkan dengan wawasan kebangsaan, kebudayaan, dan keragaman," katanya dikutip dari Antara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

radikalisme ceramah agama
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top