Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia Ukraina, Berikut Daftar Negara yang Berikan Sanksi ke Rusia

Sejumlah negara, diantaranya Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, Jepang, Kanada, Taiwan, dan Selandia Baru meluncurkan serangkaian sanksi terhadap Rusia.
1

Lanjutan Daftar Negara

Pengungsi dari Ukraina timur tiba di sebuah stasiun kereta di Nizhny Novgorod, Rusia, pada 22 Februari 2022. - Antara\r\n
Pengungsi dari Ukraina timur tiba di sebuah stasiun kereta di Nizhny Novgorod, Rusia, pada 22 Februari 2022. - Antara\\r\\n
Bagikan

4. Jepang

Jepang mengatakan akan memperkuat sanksi terhadap Rusia, termasuk pada lembaga keuangan dan ekspor peralatan militer.

Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan pada konferensi pers bahwa Tokyo akan membidik lembaga keuangan dan individu Rusia dengan sanksi, serta menghentikan ekspor barang keperluan militer seperti semikonduktor.

"Jepang harus dengan jelas menunjukkan posisinya bahwa kami tidak akan pernah mentolerir segala upaya untuk mengubah status quo dengan paksa," katanya.

5. Britania Raya

Perdana Menteri Boris Johnson meluncurkan paket sanksi Inggris terbesar yang pernah ada terhadap Rusia yang menargetkan bank, anggota lingkaran terdekat Putin, dan orang kaya Rusia yang menikmati gaya hidup mewah di London.

Dalam paket sanksi 10 poin, pemerintah Inggris mengatakan akan memberlakukan pembekuan aset pada bank-bank besar Rusia, termasuk VTB milik negara, bank terbesar kedua, dan menghentikan perusahaan-perusahaan besar Rusia dari meningkatkan keuangan di Inggris.

Inggris juga akan melarang maskapai penerbangan utama Rusia Aeroflot mendarat di Inggris, menangguhkan lisensi ekspor ganda ke Rusia, dan melarang ekspor beberapa ekspor teknologi tinggi dan bagian dari industri ekstraktif.

6. Kanada

Kanada mengumumkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia yang menargetkan 62 individu dan entitas, termasuk anggota elit dan bank-bank besar, dan membatalkan semua izin ekspor.

“Hari ini, mengingat serangan militer Rusia yang sembrono dan berbahaya, kami memberlakukan sanksi lebih lanjut dan berat,” kata Perdana Menteri Justin Trudeau.

Sanksi akan menargetkan Dewan Keamanan Rusia, termasuk menteri pertahanan, menteri keuangan, dan menteri kehakiman.

7. Republik Ceko

Republik Ceko melarang maskapai Rusia terbang ke negara Eropa tengah dan sedang mempertimbangkan langkah lebih lanjut terhadap Rusia.

Perdana Menteri Petr Fiala mengatakan Praha juga akan mempercepat keluarnya dua bank internasional yang didirikan di era Soviet, sementara kementerian keuangan akan menganalisis akses perusahaan milik Rusia ke dana publik Ceko.

Perdana Menteri Petr Fiala mengatakan kenangan invasi pimpinan Soviet tahun 1968 di Cekoslowakia membuat sikap Ceko lebih keras daripada beberapa mitra Eropa Barat.

“Kami adalah negara yang mengalami kebijakan agresif Rusia, atau Uni Soviet, dan pengalaman sejarah kami yang unik membuat kami jauh lebih sensitif,” katanya.

8. Australia

Australia memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap Rusia yang menargetkan beberapa warga elit dan anggota parlemennya. Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan sanksi baru akan dijatuhkan terhadap oligarki yang bobot ekonominya memiliki arti strategis bagi Moskow, dan lebih dari 300 anggota parlemen Rusia yang memilih untuk mengizinkan pengiriman pasukan Rusia ke Ukraina.

Australia juga bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menyelaraskan sanksi terhadap individu dan entitas utama Belarusia yang membantu Rusia.

9. Selandia Baru

Selandia Baru pun memberlakukan larangan perjalanan yang ditargetkan ke Rusia dan melarang perdagangan ke militer dan pasukan keamanannya.

“Dunia berbicara dan mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada Rusia bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah dan mereka akan menghadapi kecaman dari dunia,” kata Perdana Menteri Jacinda Ardern.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sanksi Perang Rusia Ukraina
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top