Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia Serang Ukraina, Peskov: Ada Permohonan Pemberontak Ukraina ke Rusia

Konflik Rusia dan Ukraina sudah terjadi sejak 2014 lalu, saat Rusia menginvasi Ukraina dan membuat hubungan erat keduanya menjadi rusak.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  17:51 WIB
Tentara Angkatan Darat Amerika Serikat Divisi Airborne ke-82 berjalan menuju pesawat udara yang akan bertolak ke Eropa Timur di Fort Bragg, Carolina Utara, Amerika Serikat, Senin (14/2/2022). Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengirimkan sebanyak 3000 tentara tambahan guna memperkuat NATO di Eropa Timur untuk mengamankan Ukraina jika klaim serangan Rusia benar-benar terjadi. - Antara/Reuters
Tentara Angkatan Darat Amerika Serikat Divisi Airborne ke-82 berjalan menuju pesawat udara yang akan bertolak ke Eropa Timur di Fort Bragg, Carolina Utara, Amerika Serikat, Senin (14/2/2022). Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengirimkan sebanyak 3000 tentara tambahan guna memperkuat NATO di Eropa Timur untuk mengamankan Ukraina jika klaim serangan Rusia benar-benar terjadi. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Rusia resmi melancarkan operasi militer ke Ukraini pada Kamis (24/2/22). Operasi militer ini dilakukan karena adanya permintaan tolong dari para pemberontak Ukraina Timur untuk mengusir agresi tentara Ukraina.

Dilansir dari The Moscow Times pada Kamis (24/2/22), Juru bicara Putin Dmitry Peskov mengatakan republik separatis "meminta bantuan presiden Rusia dalam memukul mundur agresi angkatan bersenjata di Ukraina," Pernyataan itu dibawa oleh kantor berita negara Rusia. 

Peskov mengatakan Putin telah menerima surat dari kepala republik Donetsk dan Lugansk, yang dia akui sebagai negara independen minggu ini.

"Tindakan rezim Kyiv membuktikan keengganan untuk mengakhiri perang di Donbas," kata Peskov mengutip surat itu.

Dia mengatakan para kepala republik telah meminta bantuan Putin "berdasarkan" perjanjian persahabatan yang mereka tandatangani dengan Moskow minggu ini. Perjanjian persahabatan yang ditandatangani Putin dengan para pemberontak membuka pintu bagi kehadiran tentara Rusia di wilayah mereka.

Perselisihan Ukraina dan Rusia sudah terjadi sejak 2014 lalu, saat Rusia menginvasi Ukraina dan membuat hubungan erat keduanya menjadi rusak. Rusia menyerang Ukraina ketika presidennya yang pro-Rusia digulingkan pada awal 2014. Perang di timur sejak itu telah merenggut lebih dari 14.000 nyawa.

Ukraina merupakan bekas republik Soviet, Ukraina memiliki ikatan sosial dan budaya yang mendalam dengan Rusia, dan bahasa Rusia digunakan secara luas di sana. 

Sebelumnya, pada hari ini rentetan ledakan dilaporkan terdengar di Kiev, ibu Kota Ukraina dan beberapa kota di dekat garis depan Ukraina timur dan di sepanjang pantai negara itu, beberapa saat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (24/2/2022), koresponden AFP juga mendengar ledakan di kota pelabuhan Odessa, Laut Hitam, dekat dengan garis depan daerah kantong pemberontak yang didukung Rusia, dan tepat di seberang laut Krimea yang dicaplok Rusia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konflik perang rusia ukraina
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top