Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kian Memanas! Pemerintah Ukraina Minta Warganya Tinggalkan Rusia

Pemerintah Ukraina meminta warganya untuk segera meninggalkan Rusia, termasuk melarang perjalanan menuju ke sana.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  19:53 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berbicara melalui telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Kyiv, Ukraina, dalam gambar selebaran yang dirilis pada (29/1/2022). - Antara /Reuters
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berbicara melalui telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Kyiv, Ukraina, dalam gambar selebaran yang dirilis pada (29/1/2022). - Antara /Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Ukraina meminta warganya untuk segera meninggalkan Rusia, termasuk melarang perjalanan menuju ke sana.

"#UPDATE Ukraina mendesak warganya untuk segera meninggalkan Rusia, dengan alasan ancaman invasi Rusia. Meningkatnya agresi Rusia terhadap Ukraina dapat memperumit bantuan konsuler di Rusia," tulis AFP dalam cuitannya, Rabu (23/2/2022).

Kementerian Luar Negeri Ukraina juga mendesak warga untuk menahan diri dari perjalanan ke Rusia.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mulai memanggil pasukan cadangan setelah Rusia mulai memindahkan pasukan ke timur negara tersebut. Dia mengatakan Ukraina siap menghadapi pertempuran untuk mempertahankan negaranya.

Sementara itu, Rusia mulai memindahkan staf diplomatiknya dari Ukraina menyusul konflik yang semakin memanas antara kedua negara. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pemindahan staf diplomat bertujuan untuk menjamin keselamatan dan melindungi hidup mereka.

"Untuk melindungi kehidupan dan keselamatan (para diplomat), pemerintah Rusia memutuskan mengevakuasi personel misi luar negeri Rusia di Ukraina," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, Selasa (22/2/2022) seperti dilansir Tempo.

Menurut Kementerian Luar Negeri, para diplomat Rusia telah menerima ancaman. Kedutaan dan konsulatnya juga telah diserang berulang kali.

"Ukraina telah jatuh lebih ke dalam kekacauan," kata pernyataan itu.

Sejumlah negara-negara Barat juga telah memindahkan kedutaan besarnya dari Kyiv ke kota Lviv dekat perbatasan Polandia. Beberapa bulan terakhir Amerika Serikat dan sekutu baratnya menyatakan Rusia merencanakan serangan ke Ukraina.

Pengumuman evakuasi datang tak lama setelah majelis tinggi parlemen Rusia memberi izin kepada Putin untuk menggunakan tentara Rusia di luar negeri.

Pada Senin, Putin mengakui wilayah Donetsk dan Luhansk yang dikuasai separatis di Ukraina timur sebagai wilayah yang independen. Putin juga menandatangani perjanjian dengan kelompok separatis Ukraina dan membuka pintu bagi kehadiran militer Rusia di Ukraina.

Ketegangan di perbatasan Rusia dengan Ukraina dalam beberapa hari ke belakang ini, memburuk menyusul adanya aksi oleh separatis pro-Rusia di kota Donetsk dan Luhansk.

Amerika Serikat menilai langkah Rusia tersebut adalah suatu pertanda jika Moskow siap menyerang Kyiv, mengingat masih ada 150.000 lebih pasukan mereka di perbatasan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang rusia ukraina evakuasi
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top