Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pegawai Honorer Dihapus Tahun 2023, Antara Harapan dan Kecemasan

Fakta di lapangan upah guru honorer dan guru sekolah/madrasah swasta menengah ke bawah sangat rendah. Jauh di bawah UMP/UMK buruh.
1

Honorer Merana

Pengunjukrasa yang tergabung dalam Aliansi Forum Guru Bandung Raya melakukan teatrikal saat berunjukrasa
Pengunjukrasa yang tergabung dalam Aliansi Forum Guru Bandung Raya melakukan teatrikal saat berunjukrasa "Indonesia Darurat Guru PNS" di Monumen Perjuangan Rakyat, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/11/2021). Aksi dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tersebut meminta Pemerintah Indonesia segera mengangkat guru honorer di sekolah negeri ataupun swasta menjadi PNS dan memberi kesempatan untuk PPG serta memberikan gaji diatas upah minimum regional. ANTARA FOTO/Novrian Arbi - YU

Patut dicatat, saat ini tenaga honorer di instansi pendidikan kurang lebih 750.000 pegawai, baik guru maupun non-guru.

Berdasarkan catatan P2G, fakta di lapangan upah guru honorer dan guru sekolah/madrasah swasta menengah ke bawah sangat rendah. Jauh di bawah UMP/UMK buruh.

Misalnya, UMK Buruh di Kabupaten Karawang 4,7 juta, namun upah guru honorer SD Negeri di sana hanya 1,2 juta.

UMP/UMK Sumatra Barat 2,4 juta/bulan, upah guru honorer jenjang SD negeri di Kabupaten 50 Kota dan Kabupaten Tanah Datar, 500-800 ribu/bulan. Di Kabupaten Aceh Timur 500 ribu/bulan bahkan ada yang 400 ribu.

Di Kabupaten Ende, guru honorer di SMK negeri 700-800 ribu/bulan. Di Kabupaten Blitar 400 ribu untuk honorer baru, yang tergolong lama Rp900 ribu, tergantung lama mengabdi.

Jadi, rata-rata upah di bawah 1 juta/bulan, bahkan tak sampai 500 ribu. Sudahlah kecil, upah pun diberi secara rapelan mengikuti keluarnya BOS. Padahal, mereka butuh makan dan pemenuhan kebutuhan pokok setiap hari. Upah bergantung kebijakan kepala sekolah dan jumlah murid atau rombongan belajar.

Sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ada sekitar 1,1 juta guru honorer yang sudah diangkat menjadi ASN.

Akan tetapi, masih ada 121.954 guru honorer yang masih belum diangkat dan diharapkan direkrut menjadi ASN pada era pemerintahan mendatang.

Sayangnya, pada era Presiden Joko Widodo  atau Jokowi, nyatanya guru-guru yang disebut Kategori 2 (K2) karena mengajar sejak 2025 tak mendapat jaminan diangkat jadi ASN. Honorer K2 tersebut justru mesti bertarung dengan fresh graduate dan guru swasta dalam seleksi PPPK.

2 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

guru honorer ASN
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top