Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mengapa "Genjer-Genjer" Diidentikkan dengan PKI dan Dilarang Orba?

Genjer-Genjer selama ini menjadi lagu yang ditakuti dan sering dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia atau PKI.
Biorama penculikan para jenderal pada G30S 1965
Biorama penculikan para jenderal pada G30S 1965

Bisnis.com, SOLO - Lagu Genjer-Genjer diciptakan oleh seorang seniman asal Banyuwangi, Muhammad Arief, pada dekade 1940-an.

Dilansir dari artikel jurnal Mitos Genjer-Genjer: Politik Makna dalam Lagu (2014), syair lagu tersebut dimaksudkan sebagai sindiran atas masa pendudukan Jepang ke Indonesia yang mana membuat kondisi rakyat semakin sengsara dibanding sebelumnya. Saking menderitanya, rakyat kecil bahkan hanya bisa makan dengan lauk genjer.

Namun, tanpa disangka, Genjer-Genjer lalu menjadi begitu populer saat dinyanyikan ulang oleh Bing Slamet dan Lilis Suryani pada tahun 1962. Banyak musisi bahkan memainkan lagu ini di istana presiden pada era kepemimpinan Soekarno.

Melihat kondisi tersebut, Partai Komunis Indonesia lantas "mendompleng" kepopuleran Genjer-Genjer untuk berkampanye. Lagu yang menggambarkan penderitaan masyarakat desa itu dibawanya ke kalangan akar rumput.

Tak hanya itu, PKI bahkan turut mengupayakan agar Genjer-Genjer diperdengarkan secara intensif melalui siaran RRI dan TVRI. Lalu, artis-artis ternama pun dirangkul guna menggaet penggemar fanatiknya.

Alhasil, masyarakat pun mulai mengasosiasikan lagu ini sebagai "lagu PKI".

Oleh karena itu pula, setelah peristiwa G30S, lagu ini seketika menjadi tabu diperdengarkan. Orang-orang yang menyanyikannya bahkan akan ditangkap oleh aparat keamanan dan dicap sebagai seorang komunis.

Orde Baru sendiri melarang lagu tersebut untuk diperdengarkan dan dinyanyikan lantaran dianggap mengandung isyarat rencana pemberontakan pagi buta pada 1 Oktober 1965. Dikutip dari Tempo, sang pencipta lagunya bahkan ditangkap pada Oktober 1965 dan tidak pernah kembali.

Halaman Selanjutnya
Lirik Lagu Genjer-Genjer

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper