Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabur ke Singapura, Satgas Buru 8 Pengemplang BLBI. Ini Daftarnya

Delapan obligor BLBI telah lama bersembunyi di Singapura. Kini mereka terus diburu satgas. Sebagian bersikap kooperatif, namun sebagian lainnya masih gelap.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 15 September 2021  |  08:50 WIB
Demo mengingatkan soal kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). - Jibiphoto
Demo mengingatkan soal kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA -- Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) memburu delapan obligor BLBI yang selama puluhan tahun bersembunyi di Singapura.

Satgas pemburu aset dan dana BLBI bentukan Presiden Jokowi itu bahkan telah menyurati alamat para obligor tersebut satu persatu. Hasilnya hanya ada 1 obligor yang kooperatif sementara sisanya tak merespons permintaan Satgas. 

Informasi yang dihimpun Bisnis dari internal pemerintah menyebutkan bahwa delapan obligor yang diburu oleh Satgas antara lain Setiawan Harjono, Hendrawan Harjono, Sjamsul Nursalim, Kaharudin Ongko, Trijono Gondokusumo, Sujanto Gondokusumo, Agus Anwar, Kwan Benny Ahadi.

Agus Anwar, Hendrawan Harjono, Setiawan Harjono, dan Kaharudin Ongko pernah dipanggil oleh Satgas BLBI beberapa pekan lalu. Namun keempatnya diketahui tidak memenuhi panggilan.

Dalam catatan Satgas, Agus Anwar memiliki tempat tinggal di 391A Orchad Road Tower A#24-01 Ngee Ann City, Singapore 238873. Kaharudin Ongko juga memiliki alamat di kawasan Peterson Hill, Singapura.

Sementara, duo Bank Aspac yakni Setiawan dan Hendrawan masing-masing memiliki alamat di Peninsula Plaza, North Bridge Road, Singapura dan 4 Shenton Way, SGX Centre 2, Singapura

Setiawan Harjono dan Hendrawan Harjono, duo petinggi Bank Asia Pacifik (Aspac), dipanggil terkait hak tagih BLBI senilai Rp3,57 triliun. Sementara Agus Anwar adalah eks pemilik Bank Pelita. Dia dipanggil terkait tagihan BLBI hampir Rp740 miliar.

Adapun pemanggilan Kaharudin Ongko oleh Satgas terkait hak tagih BLBI senilai Rp8,2 triliun. Jumlah itu terdiri atas hak tagih atas nama Bank Arya Panduartha senilai Rp359,4 miliar dan Bank Umum Nasional senilai Rp7,8 triliun.

Bisnis telah menghubungi otoritas Indonesia di Singapura untuk mengonfirmasi kabar tersebut. Hasilnya, pihak KBRI Singapura melalui salah satu pejabat humasnya bernama Ratna membenarkan informasi tersebut.

"Kami telah berkoordinasi dengan Satgas BLBI dan telah mengirimkan pemanggilan kepada mereka sesuai permintaan satgas," jelasnya.

Berikut daftar buruan Satgas BLBI yang telah dipanggil untuk melunasi utang BLBI:

1) Setiawan Harjono (Bank Aspac) nilai tagihan Rp3,57 triliun.

2) Hendrawan Harjono (Bank Aspac).

3) Sjamsul Nursalim (Bank Dewa Rutji) Rp470,8 miliar.

4) Kaharudin Ongko (Bank Arya Panduartha & Bank Umum Nasional) nilai tagihan Rp8,2 triliun.

5) Agus Anwar (Bank Pelita Istismarat) nilai tagihan hampir Rp740 miliar.

6) Sujanto Gondokusumo (Bank Dharmala) Rp822,2 miliar.

7) Trijono Gondokusumo (Bank Putera Surya Perkasa) Rp4,8 triliun.

8) Kwan Benny Ahadi (Bank Orient) Rp143,3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura blbi Sjamsul Nursalim Satgas BLBI
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top