Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Junta Militer Bunuh Petinggi Etnis Bersenjata Myanmar Shanni

Mayjen Sao Khun Kyaw, seorang etnis Shanni dari Kotapraja Mohnyin di Negara Bagian Kachin, meninggal karena luka tembak pada Kamis (26/5/2021) pagi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  12:55 WIB
rnPersonel militer berjaga di titik pemeriksaan di jalan yang menuju kompleks gedung Parlemen di Ibu Kota Naypritaw, Myanmar, Senin (1/2/2021). Junta Militer Myanmar yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing mengumumkan pengambilalihan kekuasaan dan pemberlakuan status darurat nasional selama setidaknya satu tahun. - Antara/Reuters\r\n
rnPersonel militer berjaga di titik pemeriksaan di jalan yang menuju kompleks gedung Parlemen di Ibu Kota Naypritaw, Myanmar, Senin (1/2/2021). Junta Militer Myanmar yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing mengumumkan pengambilalihan kekuasaan dan pemberlakuan status darurat nasional selama setidaknya satu tahun. - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Militer Myanmar dituding sebagai pelaku pembunuhan terhadap wakil ketua di Tentara Kebangsaan Shanni (SNA), Mayor Jenderal Sao Khun Kyaw.

Sao Khun Kyaw dibunuh pada 26 Mei oleh militer Myanmar, menurut juru bicara kelompok etnis bersenjata Myanmar di Negara Bagian Kachin pada Minggu (30/5/2021).

Kolonel Hsur Sai Tun mengatakan Mayjen Sao Khun Kyaw, seorang etnis Shanni dari Kotapraja Mohnyin di Negara Bagian Kachin, meninggal karena luka tembak pada Kamis pagi, menurut laporan media Myanmar, The Irrawady, dikutip Senin (31/5/2021). Dia mengatakan wakil kelompok itu, yang dikenal sebagai Yebaw Than Chaung, ditembak dari jarak dekat.

"Tim keamanannya diserang dan kemudian dia ditembak oleh si pembunuh. Hanya dia yang terbunuh dan salah satu anggota kami lainnya terluka. Kami membunuh si pembunuh. Tidak ada dendam pribadi, dia dibunuh oleh tentara Myanmar," katanya, menolak untuk mengomentari bukti hubungan si pembunuh dengan junta militer.

Juru bicara tersebut mengatakan kelompok tersebut masih menyelidiki pembunuhan tersebut.

Mayjen Sao Khun Kyaw bergabung dalam perjuangan bersenjata setelah pemberontakan pro-demokrasi 1988 dan pindah ke wilayah Tentara Kemerdekaan Kachin. Dia ditunjuk sebagai wakil ketua bagian utara dari Front Demokratik Semua Mahasiswa Burma, yang bertanggung jawab atas urusan militer.

Perbatasan Myanmar tetap bergejolak sejak negara itu merdeka dari Inggris pada tahun 1948. Namun gencatan senjata yang ditandatangani setelah tentara memulai reformasi demokrasi pada tahun 2011 membawa ketenangan dalam pertempuran di beberapa daerah.

Anthony Davis, seorang analis keamanan pada perusahaan intelijen Jane yang berbasis di Inggris, memperkirakan total kekuatan pasukan etnis sekitar 75.000, cukup untuk merentangkan 350.000 tentara Myanmar jika dipaksa bertempur di berbagai medan.

"Jika pemberontak Kachin, Karen, Shan, dan mungkin Rakhine terlibat dalam operasi militer yang meluas, betapapun terkoordinasi secara longgar, dan pada saat yang sama ada peningkatan kekerasan di daerah pedalaman, Tatmadaw akan menghadapi masalah besar," katanya kepada Reuters.

Pemerintah Persatuan Nasional tandingan junta telah mengumumkan akan membentuk Pasukan Pertahanan Rakyat untuk menantang tentara, yang merebut kekuasaan pada 1 Februari, menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

Pasukan junta militer telah menewaskan lebih dari 800 orang sejak kudeta, menurut angka yang dikutip oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan 4.000 orang lebih telah ditahan.

Pemimpin Junta Min Aung Hlaing mengatakan korban tewas sipil mendekati 300 dan mengatakan sekitar 50 anggota polisi telah tewas. Dia tidak memberikan angka untuk tentara yang tewas, tetapi kelompok etnis bersenjata Myanmar yang memerangi Tatmadaw mengatakan mereka telah menimbulkan banyak korban.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar kudeta militer junta militer

Sumber : Tempo/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top