Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tampil Pertama Kali Sejak Kudeta, Ini Pesan Aung San Suu Kyi

Suu Kyi, yang dikurung di rumahnya sejak kudeta 1 Februari, secara resmi didakwa dengan enam pelanggaran pidana termasuk menghasut dan melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  15:41 WIB
Tampil Pertama Kali Sejak Kudeta, Ini Pesan Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi tampil di hadapan publik untuk pertama kalinya sejak kudeta militer Februari lalu. Suu Kyi bersumpah bahwa partai politik pro-demokrasinya akan melanjutkan tugasnya meskipun akan dibubarkan.

Dalam pesan yang disampaikan kepada pengacaranya menjelang sidang di ibu kota Naypyidaw hari ini, dia mengatakan Liga Nasional untuk Demokrasi akan tetap melayani rakyat Myanmar, bahkan setelah otoritas pemilihan yang ditunjuk junta pekan lalu mengatakan mereka akan membubarkan partai.

Suu Kyi, yang dikurung di rumahnya sejak kudeta 1 Februari, secara resmi didakwa dengan enam pelanggaran pidana termasuk menghasut dan melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi.

"Dia bilang NLD dibentuk untuk rakyat, jadi partai akan ada selama rakyat ada," kata San Marlar Nyunt, salah satu pengacaranya melalui telepon, dilansir Bloomberg, Senin (24/5/2021).

Militer mengatakan NLD akan dibubarkan atas tuduhan penipuan selama pemilu tahun lalu dan para pemimpinnya akan dituntut sebagai pengkhianat. Setelah kudeta, militer berjanji untuk mengadakan pemilihan baru menyusul keadaan darurat yang bisa berlangsung selama dua tahun.

“Dia tampaknya dalam keadaan sehat, dan terlihat kuat,” kata San Marlar Nyunt tentang Suu Kyi setelah pertemuan 30 menit di mana mereka sebagian besar berbicara tentang perjuangan hukumnya.

“Kami hanya peduli tentang memenangkan semua dakwaan terhadapnya, jadi diskusi kami adalah tentang bagaimana membela mereka. Kami tidak punya cukup waktu untuk membicarakan hal-hal lain, ” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar kudeta militer aung san suu kyi

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top