Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPU Myanmar Bentukan Junta Militer akan Bubarkan Partai Aung San Suu Kyi

Alasannya, dugaan kecurangan yang dituduhkan junta kepada Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin San Suu Kyi pada pemilihan umum November 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  19:59 WIB
Aung San Suu Kyi - Reuters
Aung San Suu Kyi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin San Suu Kyi dikabarkan akan dibubarkan oleh Komisi Pemilihan Umum Myanmar yang ditunjuk junta militer.

Kabar tersebut dilaporkan pertama kali oleh media Myanmar Now dengan mengutip seorang komisaris. Alasannya, dugaan kecurangan yang dituduhkan junta kepada partai tersebut pada pemilihan umum November tahun lalu.

"Kecurangan pemilu yang dilakukan oleh NLD pada November adalah ilegal, jadi kami harus membubarkan pendaftaran partai," kata ketua Komisi Pemilihan Umum (UEC) yang didukung junta militer, Thein Soe, Jumat (21/5/2021).

Myanmar Now mengatakan keputusan itu diambil saat pertemuan dengan partai politik yang diboikot oleh banyak pihak termasuk NLD. Thein Soe dalam laporan itu mengatakan orang-orang yang melakukan kecurangan pemilu akan dianggap sebagai pengkhianat dan akan diambil tindakan terhadap mereka.

Sebelumya, militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari 2021 dan menggulingkan serta menahan pemimpin sipil terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer membenarkan kudeta tersebut dengan menuduh Suu Kyi NLD curang dalam pemilu sehingga memperoleh kemenangan telak.  KPU Myanmar membantah isu tersebut.

Seorang juru bicara junta dan pemerintah persatuan nasional pro-demokrasi, yang mencakup anggota NLD yang digulingkan, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Seorang juru bicara Partai Solidaritas dan Pembangunan yang didukung militer Myanmar mengatakan pihaknya memiliki perwakilan pada pertemuan itu, yang masih berlangsung, dan dia tidak mengetahui hasilnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar aung san suu kyi

Sumber : Tempo/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top