Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PBB untuk Pertama Kalinya Minta Israel dan Palestina Patuhi Gencatan Senjata sejak 10 Mei

PBB mengatakan bahwa sangat mendesak untuk memulihkan keamanan dan menegaskan kembali pentingnya mencapai perdamaian yang komprehensif berdasarkan visi sebuah kawasan di mana dua negara demokratis, Israel dan Palestina.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 Mei 2021  |  06:28 WIB
Warga Palestina turun ke jalan merayakan gencatan senjata di Jalur Gaza Selatan, Kamis (20/5/2021)./Antara - Reuters/Ibraheem Abu Mustafa
Warga Palestina turun ke jalan merayakan gencatan senjata di Jalur Gaza Selatan, Kamis (20/5/2021)./Antara - Reuters/Ibraheem Abu Mustafa

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyerukan "kepatuhan penuh terhadap gencatan senjata" antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza dalam pernyataan pertamanya sejak kekerasan meletus pada 10 Mei.

Pernyataan yang dikeluarkan kemarin setelah disetujui oleh semua 15 anggota DK PBB, menyatakan "berduka atas hilangnya nyawa warga sipil akibat kekerasan" seperti dikutip Aljazeera.com, Minggu (23/5/2021). 

PBB juga menekankan kebutuhan segera untuk bantuan kemanusiaan bagi penduduk sipil Palestina, khususnya di Gaza.

Pemboman 11 hari Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 248 orang, termasuk 66 anak-anak, dengan lebih dari 1.900 orang terluka. Sedangkan di pihak Israel sedikitnya 12 orang tewas akibat tembakan roket dari Gaza.

Pernyataan itu lebih lanjut mengatakan bahwa sangat mendesak untuk memulihkan keamanan dan "menegaskan kembali pentingnya mencapai perdamaian yang komprehensif berdasarkan visi sebuah kawasan di mana dua negara demokratis, Israel dan Palestina, hidup berdampingan dalam damai dengan perbatasan yang aman dan diakui".

Amerika Serikat, sekutu terdekat Israel, sebelumnya memblokir empat usulan pernyataan DK PBB yang menyerukan penghentikan semua serangan atau gencatan senjata yang disetujui semua anggota dengan mengatakan hal itu dapat mengganggu upaya pemerintahan Presiden Joe Biden untuk mengakhiri serangan militer Israel.

Pada hari Sabtu, Qatar berjanji untuk bekerja dengan negara Arab dan negara Muslim lainnya untuk membantu menghentikan serangan Israel terhadap Palestina. 

Sedangkan parlemen Mauritania mendesak Pengadilan Kriminal Internasional dalam resolusi untuk menuntut pejabat Israel atas tindakan "genosida" melalui serangan militernya di Gaza.

Sementara itu, warga Palestina di Gaza terus turun ke jalan untuk menyambut gencatan senjata, melanjutkan tren dari hari Jumat ketika pertempuran berhenti. Ratusan pejuang Hamas yang mengenakan kamuflase militer berpawai melewati tenda duka untuk Bassem Issa, seorang komandan senior yang tewas dalam pertempuran itu.

Pemimpin tertinggi Hamas di Gaza, Yehiyeh Sinwar, memberikan penghormatan dalam penampilan publik pertamanya sejak pertempuran dimulai awal bulan ini.

Israel mengebom rumah Sinwar, bersama dengan tokoh-tokoh senior Hamas lainnya, sebagai bagian dari serangannya terhadap apa yang dikatakan sebagai infrastruktur militer kelompok 

Sementara itu, pawai solidaritas pro-Palestina diadakan sebagai kelanjutan dari protes selama seminggu. Pengunjuk rasa menuntut pemerintah masing-masing menjatuhkan sanksi dan embargo militer untuk menghentikan pasokan senjata ke Israel.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbb palestina israel

Sumber : Aljazeera.com

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top