Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Militer Myanmar Tangkap Seorang Jurnalis Jepang di Yangon

Jurnalis Jepang Kitazumi Yuki ditangkap oleh militer Myanmar. Para saksi mata mengatakan pasukan keamanan membawa jurnalis Jepang itu dari kediamannya di Yangon.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 19 April 2021  |  13:53 WIB
Pengunjuk rasa saat melakukan aksinya di Yangon, Myanmar, 10 Februari 2021./Bloomberg/AFP - Getty Images/Sai Aung Main
Pengunjuk rasa saat melakukan aksinya di Yangon, Myanmar, 10 Februari 2021./Bloomberg/AFP - Getty Images/Sai Aung Main

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang jurnalis asal Jepang diketahui telah ditangkap oleh militer Myanmar pada Minggu (18/4/2021) malam di ibukota Yangon.

Melansir Perusahaan Penyiaran Jepang (Nippon Hoso Kyokai/NHK) pada Senin (19/4/2021), beberapa saksi mata di Myanmar mengatakan jurnalis Jepang Kitazumi Yuki ditangkap. Para saksi mata mengatakan pasukan keamanan membawa jurnalis Jepang itu dari kediamannya di Yangon.

Sekitar 3 jam sebelum saksi mata melihat Kitazumi dibawa dari rumahnya, ia sempat menulis pesan di media sosial dan menautkan sebuah video tentang biksu Jepang dan Myanmar yang berdoa untuk seorang martir di sebuah kuil di Tokyo.

Jurnalis ini juga pernah ditahan dalam waktu singkat oleh kepolisian pada Februari lalu saat meliput aksi unjuk rasa prodemokrasi.

Di Myanmar, beragam aksi unjuk rasa digelar menentang junta militer di saat pasukan keamanan terus memberantas para pengunjuk rasa. Satu kelompok HAM setempat menyatakan pasukan keamanan telah menewaskan setidaknya 737 orang hingga Minggu kemarin.

Para politisi prodemokrasi termasuk anggota parlemen yang digulingkan baru-baru ini mengumumkan pembentukan Pemerintah Persatuan Nasional (National Unity Government/NUG). Anggotanya termasuk Aung San Suu Kyi, para pemimpin aksi yang menentang kudeta, serta dari kalangan etnik minoritas.

NUG menyerukan dunia internasional untuk mengakuinya sebagai otoritas yang sah. Namun, militer menyatakannya sebagai organisasi terlarang dan mungkin akan meningkatkan pemberantasan bersenjata.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar jurnalis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top