Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Militer Rusia Penuhi Perbatasan, Ukraina Minta Cepat Jadi Anggota NATO

Ukraina berada dalam tekanan diplomatik sejak beberapa hari terakhir karena Rusia meningkatkan jumlah pasukan yang dikerahkan ke utara dan timur wilayahnya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 April 2021  |  09:30 WIB
Volodymyr Zelensky, komedian yang terpilih sebagai Presiden Ukraina dalam Pemilu pada April 2019. - Reuters/Valentyn Ogirenko
Volodymyr Zelensky, komedian yang terpilih sebagai Presiden Ukraina dalam Pemilu pada April 2019. - Reuters/Valentyn Ogirenko

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Ukraina mendesak NATO dan negara-negara anggota utama untuk mempercepat keanggotaan negaranya dalam aliansi militer barat itu sebagai tanggapan atas peningkatan penumpukan pasukan Rusia di perbatasan negaranya.

Presisen Volodymyr Zelenskiy menyampaikan hal itu kepada Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg kemarin dan mendesak agar Ukraina ditempatkan di jalur keanggotaan masa depan untuk menghentikan konflik berkepanjangan di wilayah Donbas timur.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kepresidenan Ukraina setelah seruan tersebut, mengatakan bahwa masalah paling mendesak terkait dengan NATO adalah kemungkinan mendapatkan rencana aksi keanggotaan NATO, yang dipandang sebagai jalan menuju keanggotaan di masa depan.

Uni Eropa dan Inggris berjanji untuk mendukung Ukraina setelah melihat perkembangan militer Rusia. Presiden Ukraina terlibat dalam tekanan diplomatik sejak beberapa hari terakhir karena Rusia meningkatkan jumlah pasukan yang dikerahkan ke utara dan timur Ukraina dan di Krimea yang telah diduduki.

Tujuan Rusia dalam membangun militer tidak jelas, tetapi banyak analis Barat prihatin dengan langkah itu saat ketegangan meningkat antara Moskow dan Washington, setelah Joe Biden mengatakan kepada wartawan bahwa dia pikir timpalannya dari Rusia, Vladimir Putin, adalah pembunuh.

Permintaan serupa untuk jalur keanggotaan NATO dibuat oleh Zelenskiy dalam panggilan telepon dengan Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris. Pada Senin dan Selasa, dia juga mengajukan permintaan yang sama kepada Justin Trudeau, PM Kanada.

Ukraina juga meminta Inggris, bersama dengan sekutunya, untuk memperkuat kehadirannya di wilayah tersebut.

“NATO adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri perang di Donbas. [rencana aksi keanggotaan] Ukraina akan menjadi sinyal nyata bagi Rusia," kata Zelenskiy kepada Stoltenberg seperti dikutip TheGuardian.com, Rabu (7/4/2021).

Stoltenberg mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan pemimpin Ukraina untuk mengungkapkan keprihatinan serius tentang kegiatan militer Rusia di sekitar perbatasan Ukraina dan mengatakan aliansi tersebut dengan tegas mendukung kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.

Sumber NATO mengatakan anggota aliansi membahas penumpukan militer Rusia pada Kamis lalu dan terus memantau situasi dengan cermat. Akan tetapi para pejabat juga mengatakan bahwa Ukraina harus fokus pada reformasi domestik dan mengembangkan kemampuan pertahanannya sesuai dengan standar NATO agar dapat dipertimbangkan untuk menjadi anggota.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nato rusia ukraina
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top