Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banjir NTT, BNPB: 117 Meninggal, 76 Orang Masih Hilang

Kabupaten Flores Timur dan Lembata menimbulkan korban paling banyak.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 06 April 2021  |  21:39 WIB
Foto udara proses pencarian korban banjir bandang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4/2021). Banjir bandang yang menerjang Adonara pada Minggu (4/4) kemarin telah menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan ratusan warga lainnya terpaksa mengungsi. - Antara/Aditya Pradana Putra.
Foto udara proses pencarian korban banjir bandang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4/2021). Banjir bandang yang menerjang Adonara pada Minggu (4/4) kemarin telah menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan ratusan warga lainnya terpaksa mengungsi. - Antara/Aditya Pradana Putra.

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur mencapai 117 orang. Selain itu 76 jiwa masih dalam pencarian.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa jumlah korban meninggal dan hilang tersebar di sejumlah kabupaten kota di provinsi Nusa Tenggara Timur. Dari beberapa wilayah terdampak, Kabupaten Flores Timur dan Lembata menimbulkan korban paling banyak.

“Untuk Flores Timur korban meninggal tercatat 60 orang dan hilang adalah 12 orang sehingga total 72 orang,” katanya saat konferensi pers virtual, Selasa (6/4/2021) malam.

Selain itu, korban di Kabupaten Alor tercatat mencapai 41 orang dengan 21 di antaranya meninggal dunia dan 20 lainnya masih dalam proses pencarian. Begitupun di Kabupaten Malaka tercatat 3 orang hilang.

Selanjutnya, korban meninggal dunia masing-masing 1 orang di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang serta Ende. Adapun di Lembata korban meninggal tercatat mencapai 28 orang dan 44 orang dalam proses pencarian, sehingga total 72 orang.

“Sehingga keseluruhan untuk jasad yang meninggal 117 orang sedangkan hilang 76 orang. Adapun untuk jumlah pengungsi di tiap daerah masih fluktuatif,” katanya.

Doni menuturkan bahwa proses pencarian korban masih terkendala alat berat. Meski telah disiapkan, dia menyebut alat berat untuk membantu proses evakuasi belum dapat dikirim ke tujuan terutama di Adonara dan Alor.

Hingga kini petugas masih mengupayakan pengiriman alat berat ke lokasi bencana. BNPB juga mengupayakan sejumlah perusahaan yang sedang melakukan pengerjaan jalan dikerahkan ke lokasi terdampak bencana di Lembata.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb ntt flores
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top