Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Klaim Berhasil Tekan Kebakaran Hutan dan Lahan pada 2020

Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan bahwa berbagai upaya di lapangan telah dilakukan, sehingga berhasil menekan Karhutla pada 2020 dengan signifikan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  18:59 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD menjadi pembicara kunci saat seminar nasional untuk memperingati HUT Ke-6 Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Jakarta, Selasa (15/12/2020). Seminar tersebut membahas tema Pengelolaan Perbatasan Laut Republik Indonesia. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra
Menko Polhukam Mahfud MD menjadi pembicara kunci saat seminar nasional untuk memperingati HUT Ke-6 Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Jakarta, Selasa (15/12/2020). Seminar tersebut membahas tema Pengelolaan Perbatasan Laut Republik Indonesia. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengklaim berhasil menekan kejadian kebakaran hutan dan lahan pada 2020 dengan signifikan. Selain itu tak ada bencana kabut asap pada tahun lalu.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan bahwa berbagai upaya di lapangan telah dilakukan, sehingga berhasil menekan Karhutla pada 2020 dengan signifikan.

“Pada 2020 tidak terjadi bencana kabut asap di beberapa wilayah Sumatra dan Kalimantan, yang memperberat kondisi masyarakat yang juga sedang berjuang menghadapi pandemi Covid-19,” katanya saat Rakornas di Istana Negara, Senin (22/2/2021).

Selain itu, pemerintah menyebut tidak ada asap lintas batas seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini kata Mahfud, menghindarkan Indonesia dari tekanan internasional. Singapura dan Malaysia biasanya menjadi langganan disinggahi kabut asap dari Sumatra maupun Kalimantan.

Lebih lanjut kata Mahfud, kebakaran hutan dan lahan turun drastis pada 2020 dibandingkan dengan 2019. Situasi ini disebabkan kondisi iklim La Nina yang menghasilkan hujan tinggi disertai kesiapsiagaan dan sinergi pemerintah pusat dan daerah.

Adapun, pada Karhutla 2019, pemerintah melaporkan area hutan dan lahan yang terbakar mencapai 1,59 juta hektare. Angka ini menyusut tajam setahun kemudian yaitu 296.932 hektare. Sementara itu, kasus terparah terjadi pada 2015 dengan 2,61 juta hektare hutan dan lahan terbakar.

“Menurun sangat signifikan jika dibandingkan 2015 menurun 88,6 persen. Perhitungan yang mendekati kebenaran faktual di lapangan,” katanya.

Pun demikian dia mengingatkan sejumlah daerah mulai melaporkan adanya kebakaran hutan dan lahan pada awal 2021. Aceh tercatat 3 kejadian Karhutla di awal tahun, Sumatra Utara 9 kejadian, Riau 29 kejadian.

Kemudian, Kepulauan Riau 4 kejadian, Jambi 2 kejadian, Sumatra Selatan 5 kejadian, Kalimantan Barat 52 kejadian, Kalimantan Tengah 12 Kejadian, Sulawesi Tenggara 20 kejadian dan Papua sebanyak satu kali kejadian Karhutla.

Menurutnya, keberhasilan pada 2020 jangan sampai membuat semua pihak lengah. Seluruh stakeholder diminta tetap siaga melaksanakan pengendalian karhutla mulai dengan peningkatan koordinasi, konsolidasi dan melakukan langkah inovasi.

Dia menuturkan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi La Nisa moderat di wilayah Indonesia dengan potensi curah hujan menengah - tinggi pada Maret - April 2021. Selain itu, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa - Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan dan Papua Selatan akan mendapatkan hujan dengan kategori menengah - rendah pada Juni - Agustus 2021.

Sementara itu, pada Agustus - September 2021, sebagian wilayah Indonesia di selatan khatulistiwa seperti Sumatra Selatan, Lampung, Jawa - Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan dan Papua Selatan diperkirakan mendapat curah hujan kategori menengah - rendah. “Wilayah tersebut perlu mendapat atensi,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md Karhutla
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top