Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Puluhan Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin Terpapar Covid-19

Berdasarkan informasi terdapat sekitar 51 narapidana di lapas khusus koruptor itu yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 07 Februari 2021  |  15:27 WIB
Lapas Sukamiskin di Bandung, Jawa Barat. - Antara/Bagus Ahmad Rizaldi
Lapas Sukamiskin di Bandung, Jawa Barat. - Antara/Bagus Ahmad Rizaldi

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat terpapar virus Covid-19.

Berdasarkan informasi terdapat sekitar 51 narapidana di lapas khusus koruptor itu yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Narapidana yang disebut positif Covid-19, di antaranya mantan pejabat Kemdagri yang menjadi terpidana korupsi proyek IPDN Dudy Jocom, mantan anggota DPR dari Fraksi Golkar Budi Supriyanto (kasus suap proyek Kementerian PUPR), mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada (kasus korupsi bansos dan suap hakim), mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra (kasus suap jual beli jabatan), dan mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein (kasus suap izin dan fasilitas).

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjenpas Kemkumham) Rika Aprianti membenarkan informasi tersebut.

Dia menyebutkan, narapidana yang terkonfirmasi positif Covid-19 diketahui dari hasil tes usap atau swab test terhadap 460 warga binaan dan petugas lapas.

"Sudah 460 orang yang dilakukan swab dan hasilnya ada 51 orang warga binaan yang terkonfirmasi positif," kata Rika saat dikonfirmasi, Minggu (7/2/2021).

Dia mengatakan, dari jumlah itu, empat warga binaan yang bergejala berat sudah dirawat di rumah sakit. Di sisi lain, 47 warga binaan yang tidak bergejala menjalani isolasi mandiri di blok khusus di Lapas Sukamiskin di bawah pengawasan tim medis dari Lapas Sukamiskin sendiri, Kanwil Kemkumham Jabar dan Dinas Kesehatan.

Rika menyebutkan saat ini jajaran Ditjenpas, termasuk Lapas Sukamiskin menanggulangi penyebaran virus Corona dan menyembuhkan warga binaan yang terpapar Covid-19.

"Perhatian utamanya adalah bagaimana agar warga binaan dan petugas yang positif ini dilakukan perawatan dan penyembuhan secara cepat dan tepat dan tentunya koordinasi dengan pihak medis di lapas maupun kantor wilayah dan dinas kesehatan setempat," kata Rika.

Dia menjelaskan Lapas Sukamiskin maupun lapas dan rutan lainnya telah berupaya menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona secara ketat.

Bahkan, sejak Maret 2020, Ditjenpas telah menutup kunjungan dan menggantinya dengan kunjungan daring melalui video call. Namun, ujarnya, penyebaran virus corona di lingkungan rutan dan lapas tidak bisa dielakkan.

"Penanganan rutan dan lapas memang perlu penanganan khusus, walaupun sudah kami jaga ketat seperti itu tidak bisa kami hindari, misalkan petugas yang mobile yang bolak balik rutan ataupun ada aparat penegak hukum lain yang harus bolak balik rutan," kata Rika.

Rika mengatakan guna mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan Lapas Sukamiskin maupun lapas dan rutan lainnya, pihaknya terus meningkatkan protokol kesehatan serta menyemprotkan disinfektan.

Selain itu, Ditjenpas pun terus menjalankan program asimilasi dan integrasi napi sesuai Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 yang dilanjutkan dengan Permenkumham Nomor 32/2020.

"Kami harus siap apabila virus masuk ke lingkungan rutan. Yang lebih penting, bagaimana penyembuhan penanganan apabila ada petugas dan warga binaan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ada sekitar 3600 lebih warga binaan yang sembuh setelah terkonfirmasi positif Covid-19. Ini bukti bahwa Ditjenpas bekerja sama dengan dinkes dan gugus tugas di wilayah masing-masing untuk melakukan tindakan cepat dan tepat," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lapas sukamiskin Virus Corona Covid-19
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top