Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Divaksin Prokes Tetap 'Harga Mati', Ini Penjelasan Pemerintah

Hal itu ditegaskan lagi pemerintah setelah Bupati Sleman Sri Purnomo dinyatakan terinfeksi Covid-19 pada Kamis (21/1/2021) meski telah menerima vaksin sepekan yang lalu.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  16:59 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Youtube - BPMI
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Youtube - BPMI

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa protokol kesehatan masih tetap menjadi kewajiban kendati telah mengikuti program vaksin virus Corona.

Hal itu ditegaskan lagi Kemenkes setelah Bupati Sleman Sri Purnomo dinyatakan terinfeksi Covid-19 pada Kamis (21/1/2021) meski telah menerima vaksin sepekan yang lalu.

Siti Nadia yang juga menjabat Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes mengatakan bahwa sejak awal telah ditekankan bahwa vaksinasi Covid-19 memang membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Pasalnya, sistem imun memerlukan waktu lewat paparan yang lebih lama untuk mengetahui bagaimana cara efektif melawan virus.

"Suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal. Dilanjutkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang telah terbentuk. Hal ini memicu respons antibodi yang lebih cepat dan lebih efektif di masa mendatang," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/1/2021).

Dia memerinci sejumlah vaksin seperti cacar air, hepatitis A, herpes zoster (cacar ula) juga memerlukan dua dosis vaksin untuk pencegahannya. Beberapa vaksin, sambung dia, bahkan membutuhkan dosis lebih banyak seperti vaksin DTaP untuk difteri, tetanus, dan pertusis.

Oleh karena itu, dia berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

"Dengan adanya vaksinasi kita juga masih punya kewajiban menjalankan protokol kesehatan karena selain tetap harus menjaga diri sendiri juga masih dibutuhkan waktu untuk bersama sama bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mencapai kekebalan kelompok sehingga upaya 3M, 3T, dan vaksinasi harus tetap dijalankan," ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito juga menjelaskan bahwa Bupati Sleman terdeteksi Covid-19 setelah tujuh hari menyuntikan vaksin dosis pertama. Kata dia, efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin dalam melawan suatu penyakit dapat dilihat setelah dua kali suntikan.

Selain itu, pembentukan antibodi akan mencapai puncaknya puncaknya setelah 14 hari penyuntikan dosis kedua. "Juga saat kita disuntik vaksin membutuhkan waktu agar imun sistem kita meningkat sampai tahap melindungi dari vaksin, kan ini juga baru satu dosis, nanti minggu depan baru akan dosis kedua. Itu juga kenapa setelah divaksin, kita tetap harus tegakan protokol 5M untuk melindungi diri kita jika imun sistem belum cukup melindungi,” terangnya.

Adapun, Bupati Sleman Sri Purnomo saat mengabarkan bahwa dirinya positif terpapar Covid-19 juga mengingatkan masyarakat agar tetap taat protokol kesehatan. Hal itu disampaikannya melalui akun instagram resminya, @sripurnomosp, Kamis (21/1/2021). 

"Meskipun beberapa waktu lalu saya telah divaksin sebagai pencegahan penyebaran virus Covid-19, saya ingatkan vaksin bukanlah sebuah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular maupun kemungkinan sakit berat," jelasnya.

Dia pun mengimbau masyarakat bahwa perlindungan yang diberikan vaksin Covid-19, tetap perlu diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, cuci tangan dengan menggunakan sabun serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes BPOM sleman Covid-19 Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top