Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cek Fakta : Alat Rapid Tes Antigen Positif saat Diteteskan Coca Cola

Dilansir dari Kominfo, klaim yang menyebut bahwa anggota Parlemen Austria, Michael Schnedlitz yang menguji alat rapid test antigen dengan Coca-Cola dan hasilnya positif adalah salah.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  10:34 WIB
Hoaks
Hoaks

Bisnis.com, JAKARTA - Telah beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan terkait klaim bahwa anggota Parlemen Austria yang menguji alat rapid test antigen dengan Coca-Cola.

Berikut adalah narasinya:

"Parlemen di Austria membuktikan ngawurnya hasil rapid test dgn memberi contoh segelas Coke yg dites dan hasilnya positif. Yg bikin gw trenyuh, marah sekaligus bingung, udah ada ribuan bukti dari hampir seluruh dunia bahkan dokter2 patologi Indonesia juga sependapat, tapi kenapa rapid masih DIWAJIBKAN sampai memakan banyak korban jiwa? Lu psikopat apa gimana? Demi lindungin bisnis iblis kayak gini lu sampai penjarain orang ya IKATAN DOKTER INDONESIA. Mana sumpah dokter lu?". 

Dilansir dari Kominfo, klaim yang menyebut bahwa anggota Parlemen Austria, Michael Schnedlitz yang menguji alat rapid test antigen dengan Coca-Cola dan hasilnya positif adalah salah. Faktanya Schnedlitz melakukan test tidak sesuai dengan instruksi yang diberikan dan itu membuat hasilnya rusak.

Sebelumnya, juga muncul soal rapid tes hasilnya positif saat diberikan bumbu cireng.

KATEGORI: DISINFORMASI

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hoax Rapid Test
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top