Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Keluarga 6 Laskar FPI Bisa Mengadu ke Komisi HAM PBB

Hal tersebut harus segera dilakukan oleh keluarga korban, jika terbukti ada insiden penganiayaan terlebih dulu terhadap enam anggota Laskar FPI.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 21 Desember 2020  |  11:59 WIB
Sebuah adegan dalam rekonstruksi penembakan anggota FPI di rest area kilometer 50 jalan Tol Jakarta-Cikampek - (ANTARA - Ali Khumaini)
Sebuah adegan dalam rekonstruksi penembakan anggota FPI di rest area kilometer 50 jalan Tol Jakarta-Cikampek - (ANTARA - Ali Khumaini)

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Demokrat menyarankan keluarga enam Laskar FPI yang jadi korban penembakan oleh anggota Intel Polda Metro Jaya melaporkan insiden tersebut ke Komisi HAM PBB di Geneva Swiss.

Politisi dari Partai Demokrat Rachlan Nashidik mengemukakan, bahwa hal tersebut harus segera dilakukan oleh keluarga korban, jika terbukti ada insiden penganiayaan terlebih dulu terhadap enam anggota Laskar FPI, sebelum keenam anggota itu ditembak di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

"Bila ada bukti kuat, sekali lagi bila ada bukti kuat, 6 warga sipil yang ditembak mati itu mengalami penyiksaan, hal tersebut bisa dilaporkan pada sidang Komisi HAM PBB di Geneva," tutur Rachlan melalui akun Twitter pribadinya, Senin (21/12/2020).

Dia menyebut, bahwa Pemerintah Indonesia juga telah meratifikasi convention against torture melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1998.

Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1998 disebutkan bahwa konvensi mengatur pelarangan penyiksaan baik fisik maupun mental dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat manusia.

"RI sudah meratifikasi convention against torture melalui UU Nomor 5 Tahun 1998," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbb fpi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top