Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sengketa Pilkada Kalsel: Denny Indrayana Singgung Soal Upaya Pidana

Denny Indrayana mengingatkan tentang konsekuensi pidana bagi pihak yang curang dalam Pilkada 2020.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  18:00 WIB
Calon gubernur Kalimantan Selatan (Cagub Kalsel) nomor urut 02 Denny Indrayana saat berada di Sentra Gakkumdu kantor Bawaslu Kalsel, Selasa (3/11/2020) malam. - antara
Calon gubernur Kalimantan Selatan (Cagub Kalsel) nomor urut 02 Denny Indrayana saat berada di Sentra Gakkumdu kantor Bawaslu Kalsel, Selasa (3/11/2020) malam. - antara

Bisnis.com, JAKARTA - Calon Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Denny Indrayana kembali mengungkapkan adanya potensi kecurangan dalam proses rekapitulasi suara yang sedang dilakukan oleh KPU Provinsi Kalsel.

Denny dalam video berdurasi 2 menit mengatakan bahwa dirinya mendengar ada pihak-pihak yang mencoba mengubah dan memanipulasi suara. Dia pun mengingatkan memanipulasi suara memiliki konsekuensi pidana.

"Kepada siapapun yang masih berfikir memanipulasi suara, ada ancaman pidananya," kata Denny yang dikutip, Jumat (18/12/2020).

Bekas Wakil Menteri Hukum dan Haksm Asasi Manusia (Wamenkumham) di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memeparkan bahwa dirinya telah mendapat informasi dari berbagai pihak mengena kecurangan di Pilkada Kalsel.

Salah satu indikasinya adalah lambatnya KPU dalam melakukan rekapitulasi suara. Menurutnya, lambatnya sistem rekapitulasi suara yang sudah menggunakan teknologi sangat aneh.

"Saya akan melakukan investigasi yang mendalam dari berbagai macam masukan dan informasi tersebut," tegasnya.

Denny Indrayana maju sebagai calon gubernur Kalsel berpasangan dengan Difriadi. Dia diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Demokrat. 

Perolehan suara Denny berdasarkan situs resmi KPU yang dikutip hari ini pukul 16.21 WIB terpaut tipis dari rivalnya Sahbirin Noor - Muhidin. Denny memperoleh suara sebanyak 803.637 atau  49,8 persen. Sementara Sahbirin - Muhidin sebanyak 50,2 persen. Jumlah suara yang masuk pada waktu itu sebanyak 95,98 persen.

Terkait hal itu, Denny sudah bersiap untuk mengajukan sengketa Pilkada Kalsel ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Kami sudah meluncur ke Jakarta, kami sudah mengambil langkah di MK," imbuhnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

denny indrayana Kalimantan Selatan Pilkada Serentak
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top