Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ilmuwan Nuklir Iran Tewas Ditembak, Amarah pada Israel dan AS Memuncak

Dalam sebuah gambar terlihat peti mati Mohsen Fakhrizadeh, dibungkus dengan bendera Iran dan ditutupi dengan bunga.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 November 2020  |  09:28 WIB
Bendera Iran - Reuters
Bendera Iran - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Jenazah ilmuwan nuklir paling senior Iran siap untuk dimakamkan saat kemarahan pada Israel dan AS mendidih di negara itu.

Dalam sebuah gambar terlihat peti mati Mohsen Fakhrizadeh, dibungkus dengan bendera Iran dan ditutupi dengan bunga.

Peti itu kemudian diangkut ke sebuah tempat persemayaman untuk acara doa dan penghormatan terakhir, menurut  kantor berita negara itu.

Jenazahnya juga  akan dibawa dari tempat persemayaman Imam Reza, Fatima Masumeh di Qom, kemudian ke tempat persemayaman Imam Khomeini di Ibu Kota, menurut kementerian pertahanan.

Fakhrizadeh tewas pada Jumat  (27/11/2020) di sebuah jalan raya dekat Ibu Kota dalam serangan bersenjata api dan bom gaya militer yang telah menyebabkan peningkatan ketegangan di Timur Tengah. Seorang pengawal juga tewas dalam serangan itu.

Pembunuhan itu dilakukan dengan menggunakan senapan mesin otomatis yang dioperasikan dengan remote control dan bukan dengan orang bersenjata di darat, menurut kantor berita Fars seperti dikutip TheGuardian.com, Senin (30/11/2020).

Pemakaman Fakhrizadeh akan dihadiri oleh keluarganya dan komandan militer berpangkat tinggi, kata pihak Kementerian Pertahanan Iran di situsnya.

Israel belum mengaku bertanggung jawab atau secara resmi mengomentari serangan itu. Namun, Teheran telah lama menyalahkan musuh bebuyutannya karena membunuh beberapa ilmuwan nuklirnya.

Fakhrizadeh dianggap sebagai ilmuwan paling senior, yang telah mendirikan program nuklir Republik Islam pada awal 2000-an.

Pemimpin tertinggi iran, Ayatollah Ali Khamenei menjanjikan "hukuman keras bagi para pelaku dan mereka yang memerintahkannya".

Hal itu membuat Israel waspada terhadap kemungkinan serangan militer dalam beberapa hari mendatang.

Sebuah opini yang diterbitkan oleh surat kabar Iran garis keras pada Minggu (29/11/2020) menulis bahwa Iran akan menyerang Haifa, sebuah kota pelabuhan di Israel utara.

Koran Kayhan menerbitkan sebuah opini oleh seorang analis Iran, Sadollah Zarei, yang mengatakan  serangan itu harus menghancurkan fasilitas dan juga menyebabkan banyak korban jiwa.

Serangan semacam itu akan menjadi pencegah yang efektif, katanya, karena Amerika Serikat dan rezim Israel dan agennya sama sekali belum siap untuk mengambil bagian dalam perang dan konfrontasi militer.

Iran telah menyerang sasaran Israel di luar negeri. Wakilnya di Lebanon, Hizbullah, juga telah melakukan serangan sebelumnya.

Mohammad Baqer Qalibaf, juru bicara parlemen Iran, mengatakan pada Minggu (29/11/2020), bahwa musuh Iran harus dibuat untuk menyesali pembunuhan itu.

"Musuh kriminal tidak menyesal kecuali dengan reaksi yang keras," katanya dalam siaran radio pemerintah Iran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran amerika serikat israel
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top