Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Baliho Rizieq Shihab Diturunkan, Fadli Zon: Apa Urusannya Pangdam Jaya?

Pemerintah bisa membubarkan Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Rizieq Shihab.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 20 November 2020  |  12:13 WIB
Rizieq Syihab dan Fadli Zon - twitter
Rizieq Syihab dan Fadli Zon - twitter

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi Partai Gerindra Fadli Zon mempertanyakan tujuan Panglima Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman memerintahkan anak buahnya mencopot baliho Rizieq Shihab beberapa waktu.

“Apa urusannya Pangdam Jaya memerintahkan mencopot baliho? Di luar kewenangan n tupoksi TNI. Sebaiknya jgn semakin jauh terseret politik, kecuali mau hidupkan lg ‘dwifungsi ABRI’ imbangi ‘dwifungsi polisi’,” cuitnya melalui akun Twitter @fadlizon, Jumat (20/11/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, Pangdam Jaya geram dengan sikap FPI yang memasang spanduk dan baliho bermuatan ajakan revolusi dan provokatif dari pimpinan FPI.

Perwira tinggi itu menyampaikan perintah kepada anggota Kodam Jaya untuk menertibkan spanduk dan baliho ajakan provokatif.

"Itu perintah saya, berapa kali Satpol PP turunkan dinaikkan lagi. Jadi, siapapun di Republik ini. Ini negara hukum harus taat hukum. Kalau pasang baliho, jelas aturan bayar pajak, tempat ditentukan. Jangan seenak sendiri, seakan-akan dia paling benar," tegas Dudung.

Bahkan, dia menyebut pemerintah bisa membubarkan Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Rizieq Shihab jika terus bertindak seenaknya sendiri.

"Kalau perlu, FPI bubarkan saja! Kok mereka yang atur. Suka atur-atur sendiri," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fpi habib rizieq Fadli Zon
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top