Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saudi Bekukan Visa Umrah, 18.752 Jemaah Tertunda Keberangkatannya

Arab Saudi memutuskan untuk melakukan evaluasi terkait protokol kesehatan dalam pelaksanaan umrah setelah 2 pekan membuka umrah untuk jemaah internasional pada 1 November 2020.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 18 November 2020  |  17:04 WIB
Wakil Presiden RI ke- 12 Jusuf Kalla bersama mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin selaku Ketua Yayasan Museum Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam saat mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19. - Istimewa
Wakil Presiden RI ke- 12 Jusuf Kalla bersama mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin selaku Ketua Yayasan Museum Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam saat mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan sebanyak 18.752 jemaah umrah tertunda keberangkatannya seiring evaluasi umrah yang dilakukan Arab Saudi.

Menag mengatakan Kementerian Agama telah menerbitkan sejumlah persyaratan ketat bagi jemaah yang hendak melaksanakan ibadah umrah.

Di antara syaratnya, harus berusia di antara 18-50 tahun, 72 jam sebelum berangkat harus tes swab, dan melaksanakan karantina di hotel di Arab Saudi selama 3 hari.

Namun, KBRI Jeddah menginformasikan Arab Saudi memutuskan untuk melakukan evaluasi terkait protokol kesehatan dalam pelaksanaan umrah setelah 2 pekan membuka umrah untuk jemaah internasional pada 1 November 2020.

"Kebijakan tersebut sangat mendadak, dan 18.752 jemaah yang visanya sudah terbit menjadi tertunda keberangkatannya," kata Menag saat rapat bersama Komisi VIII, Rabu (18/11/2020).

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), jemaah yang sudah mendaftar pada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan memenuhi persyaratan sebanyak 26.328 orang atau 44 persen.

Adapun sisanya yang belum memenuhi persyaratan diminta untuk menunda keberangkatannya sampai kondisi pandemi normal.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari tiga gelombang keberangkatan umrah pada November 2020, terdapat 13 orang jemaah yang dinyatakan positif Covid-19 pada saat karantina di hotel di Mekkah.

Jemaah umrah yang positif Covid-19 terdiri atas delapan orang pada gelombang pertama dan lima orang pada gelombang kedua. Tidak ada jemaah yang terkonfirmasi positif dari gelombang ketiga.

Dari 13 orang yang positif, tiga di antaranya sudah kembali ke Indonesia. Sementara sebanyak 10 orang masih karantina di Arab Saudi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi umrah Covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top