Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Minta Pengadaan Barang & Jasa Dimaksimalkan Sebelum Akhir 2020

Presiden Jokowi mengatakan belanja negara masih menjadi andalan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 18 November 2020  |  12:25 WIB
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Senin (12/10/2020) - Biro Pers Sekretariat Presiden - Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Senin (12/10/2020) - Biro Pers Sekretariat Presiden - Muchlis Jr

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pemangku kepentingan di sektor pengadaan barang dan jasa untuk memanfaatkan sisa waktu hingga 22 Desember 2020 untuk menyerap anggaran semaksimal mungkin.

Kepala Negara beralasan, saat ini belanja negara masih menjadi andalan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Kemudian, sambungnya, untuk mempertahankan capaian tren positif pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga yakni minus 3,49 persen dari sebelumnya 5,32 persen di kuartal kedua, dibutuhkan penyerapan anggaran yang lebih maksimal.

“Oleh sebab itu, untuk pengadaan barang dan jasa, yang praktis tinggal sampai 22 Desember, at least tinggal sebulan ini betul-betul kita belanjakan sesuai dengan rencana baik dari APBD maupun APBN yang ada,” kata Jokowi saat membuka acara Rakornas Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (18/11/2020).

Lebih lanjut, dia juga mengkritisi penyerapan anggaran di sektor konstruksi yang bernilai besar yakni Rp40 triliun yang masih dalam proses.

“Masih dalam proses itu Rp40 triliun. Lha terus mau ngerjainnya kapan? Pengerjaannya kapan? Tinggal sebulan,” ujarnya.

Walhasil, Jokowi menilai perubahan fundamental dalam pengadaan barang dan jasa yakni peningkatan value for money harus dilakukan selain cepat, transparan, dan akuntabel.

Dia meminta Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk berani melakukan banyak terobosan, terutama dengan memanfaatkan teknologi super modern.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi belanja negara pengadaan barang dan jasa pemulihan ekonomi
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top