Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RUU Minuman Beralkohol, MUI: Jangan Turuti Keinginan Pedagang!

MUI menyatakan minuman beralkohol secara ilmu kesehatan tidak baik. Selain itu, dalam agama juga secara jelas dilarang karena dianggap lebih banyak mudharatnya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 13 November 2020  |  16:59 WIB
RUU Minuman Beralkohol, MUI: Jangan Turuti Keinginan Pedagang!
Karyawati menata produk minuman beralkohol di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (27/7). - Jibi/Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah dan DPR untuk tidak tunduk pada para pedagang dan produsen minuman beralkohol terkait pembuatan undang-undang minuman beralkohol.

"Menurut saya, dalam membuat undang-undang tentang miras ini, pemerintah jangan tunduk kepada keinginan pedagang," kata Sekjen MUI Anwar Abbas dalam keterangannya, Jumat (13/11/2020).

Dia mengingatkan agar jangan sampai para pedagang dan produsen minuman beralkohol mencari untung dengan merugikan dan merusak fisik, jiwa dan agama orang lain yang mengkonsumsinya.

Anwar menyatakan minuman beralkohol secara ilmu kesehatan tidak baik. Selain itu, dalam agama juga secara jelas dilarang karena dianggap lebih banyak mudharatnya.

Apalagi, lanjut Anwar, dalam pasal 29, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, pasal 1 menyebutkan bahwa negara Indonesia berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Mengkonsumsi miras jelas bertentangan dengan ajaran agama. Oleh karena itu, pemerintah dan DPR jangan membuat peraturan yang akan membuat rakyatnya jadi jatuh sakit atau akan terkena penyakit, serta melanggar ajaran agamanya," ujarnya.

Badan Legislasi DPR Selasa lalu mendengarkan penjelasan terkait Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Larangan Minuman Beralkohol. Usulan RUU Minuman Beralkohol itu datang dari Komisi X DPR.

Anggota Komisi X DPR, Illiza Sa'adudin Djamal dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPR menyatakan bahwa RUU Larangan Minuman Beralkohol merupakan usulan dari Anggota DPR Fraksi PPP, PKS, dan Gerindra.

Menurut Illiza, RUU itu diajukan sebagai upaya melindungi masyarakat dari dampak negatif yang disebabkan minuman beralkohol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr mui RUU Minuman Beralkohol
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top