Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disebut JK Tak Diperhitungkan sebagai Menteri, Rizal Ramli: Pembohong

Melalui akun Twitter resminya, @RamliRizal, Sabtu (7/11/2020) Rizal Ramli menilai bahwa pernyataan JK dalam sebuah wawancara tidak benar.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 07 November 2020  |  12:31 WIB
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (kanan) memberikan keterangan pers saat melakukan pelaporan terkait pencemaran nama baik dirinya oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (kanan) memberikan keterangan pers saat melakukan pelaporan terkait pencemaran nama baik dirinya oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Rizal Ramli angkat bicara terkait pernyataan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyebutnya tidak diberhitungkan sebagai menteri.

Melalui akun Twitter resminya, @RamliRizal, Sabtu (7/11/2020) eks menteri koordinator bidang perekonomian dan menteri keuangan ini menilai bahwa pernyataan JK itu tidak benar.

Menurutnya, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono sudah bersepakat dengannya untuk jabatan menteri koordinator. Namun, jabatan itu tidak jadi diembannya lantaran JK, yang pada 2004-2009 mendampingi SBY sebagai Wapres, tidak memberikan 'restu'.

"Ternyata JK raja pembohong. SBY panggil RR ke Cikeas seminggu sebelum Pelantikan Kabinet. Wong jadi berita di TV2," demikian cuitan akun tersebut.

Seperti diketahui, JK sebelumnya melalui kanal YouTube Karni Ilyas Club, menilai Rizal Ramli sebagai sosok yang cerdas di bidang perekonomian. Namun, Jusuf Kalla (JK) menuturkan bahwa Rizal tidak memiliki kemampuan yang baik untuk memimpin anak buah.

Hal itu berdampak kepada kinerjanya selama sebagai menteri. Tak heran jika Rizal tak pernah awet sebagai menteri baik di masa kepemimpinan SBY maupun Jokowi. “Omongnya besar, tapi gak bisa pimpin orang,” kata JK dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club, Sabtu (7/11/2020).

Hal inilah yang menjadi alasan kuat mengapa sosok Rizal Ramli dicopot dari jabatannya sebagai Menko Maritim pada 2016.

Jusuf Kalla juga menyebutkan Rizal Ramli tidak pernah diperhitungkan sebagai menteri, baik di zaman kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Joko Widodo (Jokowi).

Adapun, ernyataan tersebut merupakan respons dari tuduhan Rizal Ramli sebelumnya, yang menyebut JK sengaja beberapa kali menjegal dirinya untuk menjadi Menteri Keuangan atau BUMN di zaman SBY maupun Menko Perekonomian pada era pemerintahan periode pertama Jokowi.

JK pun bercerita pada masa periode pertama kepemimpinan SBY, Rizal sudah lebih dahulu melakukan lobi-lobi ke beberapa tempat. Pada saat yang sama Rizal disebutnya, telah mengeluarkan isu bahwa dia sudah dicalonkan sebagai Menteri Keuangan atau Menteri BUMN.

“Waktu itu, seluruh calon menteri itu di-interview oleh Pak SBY. Tetapi dia [Rizal Ramli] gak pernah dipanggil, jadi tidak benar kalau saya larang. Memang dia tidak pernah diperhitungkan oleh Pak SBY. Kalau diperhitungkan dia pasti dipanggil,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi sby jusuf kalla rizal ramli
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top